POSKOTASUMATERA.COM – MADINA — Suasana haru, khidmat, dan penuh semangat kebersamaan terasa di lingkungan SMA Negeri 1 Lingga Bayu saat keluarga besar sekolah memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut Ramadhan 1447 H, Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang digelar di wilayah Mandailing Natal ini menjadi ruang refleksi spiritual yang tak hanya sarat ilmu, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan para siswa.
Sejak pagi, wajah-wajah siswa terlihat antusias mengikuti rangkaian acara. Dua pembawa acara muda, Aira San Dewi Rifa dan Nurlaila Br Kacaribu, membuka kegiatan dengan penuh percaya diri. Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Jona Alpiansyah dan sari tilawah Salsabila membuat suasana aula sekolah berubah menjadi lebih tenang dan syahdu. Bagi banyak siswa, momen ini terasa seperti jeda dari rutinitas belajar yang padat—sebuah ruang untuk menenangkan hati.
Ketua panitia Jihad Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ia berharap siswa mampu memahami makna Isra Mikraj sebagai perjalanan spiritual yang menanamkan kedisiplinan melalui salat.
Kepala sekolah Ismail Pahmi Rangkuti S.Pd M.M menegaskan, pendidikan sejati bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga tentang membentuk karakter yang kuat, berempati, dan berakhlak baik.
Nuansa emosional semakin terasa saat M. Zulkifli membacakan puisi islami tentang perjalanan Nabi Muhammad SAW. Suara yang bergetar dan penghayatan mendalam membuat sebagian siswa larut dalam keheningan.
Tepuk tangan panjang yang mengiringi penampilan itu menjadi bukti bahwa pendekatan seni mampu menyentuh hati dan menanamkan nilai keimanan dengan cara yang hangat dan membumi.
Puncak acara diisi ceramah Ustad Alfian yang mengaitkan Isra Mikraj dengan kesiapan menghadapi Ramadhan. Ia mengajak siswa memahami bahwa salat dan puasa bukan sekadar kewajiban, tetapi latihan pengendalian diri, kesehatan mental, dan pembentukan kebiasaan positif.
Pesan sederhana namun kuat itu terasa dekat dengan kehidupan remaja yang tengah belajar mengenali jati diri.Secara psikologis, kegiatan seperti ini memberi ruang bagi siswa untuk memperkuat ketahanan mental di tengah tekanan akademik. Kebersamaan dalam doa, refleksi, dan pembelajaran spiritual menghadirkan rasa saling mendukung yang jarang ditemukan dalam aktivitas kelas biasa.
Banyak siswa mengaku merasa lebih siap dan termotivasi menyambut Ramadhan setelah mengikuti kegiatan tersebut.Melalui peringatan Isra Mikraj yang hangat dan sarat makna ini, sekolah berharap para siswa tidak hanya memahami nilai religius secara teori, tetapi juga menghidupkannya dalam keseharian.
Dengan semangat kebersamaan dan slogan “SMA Maju Bersama, Hebat Semua,” sekolah ingin memastikan bahwa Ramadhan tahun ini disambut dengan hati yang lebih tenang, pikiran yang lebih jernih, dan tekad menjadi pribadi yang lebih baik.(PS/BERMAWI)

