Tadarus dan Hafalan Surat Pendek di SMAN 7 Padangsidimpuan, Perkuat Pondasi Agama dan Karakter Menuju Indonesia Emas 2045

/ Selasa, 24 Februari 2026 / 09.09.00 WIB

Kepala SMAN Negeri 7 Padangsidimpuan Imran Nasution S.Pd MM

POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN – Suasana pagi di SMAN 7 Padangsidimpuan terasa berbeda di bulan suci Ramadhan 1447 H. Sebelum lonceng pelajaran berbunyi, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari ruang-ruang kelas. Para siswa duduk berkelompok, mushaf terbuka di tangan, membaca dengan tartil dan penuh kekhusyukan. Di tengah arus digitalisasi yang begitu deras, momen ini menjadi oase spiritual yang menenangkan sekaligus menguatkan jiwa.


Kegiatan tadarus dan hafalan surat-surat pendek yang dilaksanakan pada Selasa (24/2/2026) bukan sekadar rutinitas tahunan. Sekolah merancangnya sebagai program terstruktur untuk memperkuat pondasi agama sekaligus membentuk karakter peserta didik.

 Di setiap kelas, guru tidak hanya menyimak bacaan, tetapi juga membimbing makna dan adab dalam membaca Al-Qur’an, sehingga nilai-nilai yang terkandung di dalamnya benar-benar dihayati.


Kepala sekolah, Imran Nasution, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa pendidikan sejati tidak berhenti pada capaian akademik. “Adab lebih diutamakan. Ilmu tanpa adab akan kehilangan makna.


 Ramadhan ini menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat pondasi agama dan karakter siswa,” tuturnya dengan penuh keyakinan. Baginya, membentuk generasi berakhlak adalah investasi jangka panjang yang nilainya melampaui angka-angka rapor.


Secara psikologis dan pedagogis, pembiasaan membaca serta menghafal ayat-ayat pendek terbukti melatih konsentrasi, menumbuhkan ketenangan emosi, dan membangun kedisiplinan. Bagi generasi Z yang tumbuh sebagai digital native, aktivitas religius ini menjadi penyeimbang antara kecakapan teknologi dan kematangan moral. Sekolah memandang penting integrasi literasi digital dengan literasi spiritual agar siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara etis.


Semangat ini sejalan dengan visi pembangunan karakter yang didorong Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Di tingkat nasional, arah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya ketahanan moral dan budaya sebagai fondasi kemajuan bangsa. 


Nilai-nilai tersebut diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sekolah sehari-hari.

Tidak hanya selama Ramadhan, budaya salam, sopan santun, serta penghormatan kepada guru dan sesama siswa terus dibiasakan. Setiap pagi, setelah tadarus bersama, siswa menyetorkan hafalan surat pendek kepada guru pembimbing. Interaksi itu menghadirkan kedekatan emosional yang hangat—guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pembina karakter dan teladan akhlak.


Melalui program ini, SMAN 7 Padangsidimpuan menegaskan komitmennya mencetak generasi yang beradab, berkarakter, dan berdaya saing global. Di balik lantunan ayat-ayat suci yang menggema setiap pagi, tersimpan harapan besar: lahirnya generasi emas 2045 yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak. (PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: