Tiga Kapolres Diguyur Penghargaan, Kapolda Aceh Tegaskan Polri Harus Hadir di Tengah Bencana

/ Jumat, 27 Februari 2026 / 14.55.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM - BANDA ACEH – Kerja cepat dan respons tanpa menunggu komando panjang akhirnya berbuah apresiasi. Dalam Rapat Pimpinan (Rapim) 2026, Polda Aceh mengganjar sejumlah personel, perwira, hingga tiga Kapolres jajaran atas kinerja nyata mereka dalam menangani bencana yang melanda berbagai daerah di Aceh, Jumat (27/02/2026) 

Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan Surat Keputusan Kapolda Aceh Nomor 49 Tahun 2026 tertanggal 23 Februari 2026 tentang Pemberian Penghargaan kepada Personel Polri, Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, dan Elemen Masyarakat yang Berkontribusi dalam Penanganan Bencana.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Kapolda Aceh, didampingi Wakapolda Aceh dan disaksikan jajaran pejabat utama Polda Aceh serta para Kapolres. Rapim kali ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan panggung evaluasi sekaligus apresiasi bagi mereka yang benar-benar bekerja di lapangan.

Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah kabupaten/kota menjadi ujian nyata. Di tengah tekanan situasi darurat, Polri dituntut tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir dalam evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan pascabencana.

Sorotan utama tertuju pada tiga Kapolres yang dinilai paling sigap dan taktis di wilayah masing-masing, yakni Hyrowo (Kapolres Gayo Lues), Muhamad Taufiq (Kapolres Aceh Tengah), dan Muliadi (Kapolres Aceh Tamiang). Ketiganya dianggap mampu menggerakkan personel dengan cepat, menembus akses terisolir, serta memastikan distribusi bantuan berjalan tanpa hambatan berarti.

Tak hanya di level kewilayahan, inovasi di tingkat Polda juga mendapat pengakuan. Kombes Pol Bulang Bayu Samudra, S.I.K., Kabid Propam Polda Aceh, menerima penghargaan atas capaian kinerja Zona 2 tingkat nasional dengan sederet prestasi, termasuk peringkat satu dalam peningkatan citra kepolisian. Ini menjadi indikator bahwa penanganan bencana tidak hanya soal aksi di lapangan, tetapi juga manajemen dan pengawasan internal yang terukur.

Sementara itu, Kombes Pol Febry Kurniawan Ma’ruf, S.I.K., S.H. (Kabidkum) dan AKBP Taufik Rahman, S.H. (Dir Tahti) diapresiasi atas penyusunan regulasi mekanisme penanganan tahanan saat terjadi bencana—sebuah langkah preventif yang dinilai krusial dalam situasi darurat.

Personel lapangan pun tak luput dari perhatian. Kompol T. Heri diapresiasi atas percepatan pembangunan sumur bor di daerah terdampak, sementara Bripka Insan Basumi, Bhabinkamtibmas Polsek Linge Polres Aceh Tengah, mendapat penghargaan atas dedikasi langsung dalam penanganan banjir dan tanah longsor.

Mahasiswa STIK Lemdiklat Polri Angkatan ke-83 yang terlibat dalam Pengabdian Masyarakat (Dianmas) juga menerima piagam penghargaan atas kontribusi mereka di wilayah terdampak.

Di luar struktur kepolisian, Kapolda Aceh turut mengapresiasi tokoh masyarakat dan komunitas yang terlibat aktif. Komunitas trabas yang tergabung dalam IOF Aceh dan IOX Aceh dinilai berjasa membuka akses jalan yang terputus akibat longsor serta membantu distribusi logistik ke daerah terisolir.

Rapim Polda Aceh 2026 menjadi penegasan bahwa dalam setiap bencana, Polri tidak boleh absen. Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tetapi pesan tegas bahwa kecepatan, koordinasi, dan empati adalah standar yang harus terus dijaga di tengah masyarakat. (PS/AZHARI) 


Komentar Anda

Terkini: