![]() |
| Foto: Situasi Kilang Padi Tani Jaya Gelap Gulita dan Terancam Rugi Puluhan Juta Akibat Trafo PLN Rusak. |
Kerusakan trafo listrik tersebut diketahui terjadi sejak pukul 05.30 WIB pagi. Pihak pengelola kilang padi mengaku telah melaporkan kejadian itu kepada petugas PLN setempat.
Namun hingga hampir 24 jam sejak laporan disampaikan, perbaikan belum juga dilakukan.
“Kami sudah melaporkan kerusakan trafo ini ke petugas PLN. Memang ada yang datang mengecek, tapi sampai sekarang hampir satu malam belum ada juga perbaikan,” ujar Pendi, pemilik Kilang Padi Tani Jaya.
Menurut Pendi, pihak PLN berdalih material untuk perbaikan belum tersedia sehingga harus dipesan terlebih dahulu dari luar daerah. Ia mengaku mendapat informasi bahwa perbaikan baru akan dilakukan keesokan harinya setelah material tersedia.
“Katanya stok material belum ada dan harus dipesan dari luar. Informasinya besok pagi baru ada perbaikan,” jelasnya.
Sebagai pengusaha, Pendi mengaku kecewa dengan kinerja PLN. Ia menilai sebagai perusahaan milik negara, PLN seharusnya memiliki ketersediaan material cadangan untuk mengantisipasi kerusakan seperti ini.
“PLN ini perusahaan milik negara, masak stok barang tidak ada. Bagaimana kalau trafo di pemukiman warga yang rusak? Mereka tentu berharap cepat diperbaiki,” cetusnya.
Akibat kerusakan tersebut, operasional kilang padi terpaksa dihentikan total. Proses penggilingan tidak dapat berjalan sehingga menyebabkan kerugian yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Karena listrik mati, kilang tidak bisa beroperasi. Kami tidak bisa menggiling padi, itu jelas merugikan,” beber Pendi.
Ia juga menyebutkan, sejumlah padi yang sudah dimasukkan ke dalam mesin pengering (open) terancam rusak akibat terhentinya proses produksi secara mendadak.
“Padi yang sudah masuk ke open jadi rusak karena listrik padam,” tambahnya.
Pendi berharap PLN segera menurunkan tim Unit Reaksi Cepat (URC) untuk memperbaiki kerusakan trafo tersebut agar aktivitas usaha dapat kembali berjalan normal.
“Jangan sampai pengusaha terus merugi akibat kondisi ini. Padahal selama ini kami selalu membayar listrik tepat waktu dan tidak pernah menunggak,” ungkapnya.
Sementara itu, Manager PLN ULP Perbaungan, Taufik, membenarkan adanya gangguan pada jaringan listrik tersebut.
“Kabel SKTM arah ke trafo terbakar,” ungkap Taufik, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa karena kabel yang terbakar merupakan kabel bawah tanah, dibutuhkan material khusus untuk perbaikan.
“Karena ini kabel tanah, jadi butuh material khusus. Sudah kita order dari Medan, insyaallah hari ini pengerjaannya,” katanya.
Taufik juga menyebutkan bahwa lokasi gangguan berada di area Desa Pematang Tatal dan dirinya langsung mengawal proses perbaikan hingga tuntas.
“Iya bang, kita kawal ini sampai selesai,” tandasnya.(PS/Dik)
