Bupati Gus Irawan Pasaribu Pimpin Apel Perdana Pasca Lebaran, Tekankan Akselerasi Pemulihan Tapanuli Selatan

/ Rabu, 25 Maret 2026 / 13.48.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TAPANULI SELATAN – Gus Irawan Pasaribu memimpin apel gabungan perdana pasca libur dan cuti bersama Idul Fitri 1447 H di Lapangan Parade Kompleks Perkantoran Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, Rabu (25/03/2026). Kegiatan ini menjadi titik awal konsolidasi birokrasi dalam menggerakkan kembali roda pemerintahan setelah fase jeda administratif selama periode hari raya.


Dalam pendekatan sosiologis dan spiritual, Bupati mengawali arahannya dengan refleksi atas keberhasilan menjalankan ibadah Ramadan sebagai proses peningkatan kualitas moral dan etika aparatur. Ia menegaskan bahwa momentum Syawal harus dimaknai sebagai fase reorientasi nilai kerja yang berbasis integritas, disiplin, dan tanggung jawab publik. Ucapan selamat Idulfitri yang disampaikan tidak sekadar seremonial, tetapi juga sebagai simbol rekonsiliasi sosial dalam lingkungan birokrasi.


Lebih lanjut, Bupati mengungkapkan bahwa tahun 2026 merupakan periode yang menantang bagi daerah, terutama akibat dampak bencana yang terjadi pada akhir November lalu. Dalam perspektif manajemen risiko bencana, kondisi ini menuntut adanya respons adaptif dan terukur dari pemerintah daerah, baik dalam aspek rehabilitasi infrastruktur maupun pemulihan sosial-ekonomi masyarakat terdampak.


Selain faktor lokal, Bupati juga menyoroti pengaruh dinamika global seperti ketidakpastian geopolitik dan geoekonomi yang berdampak pada kebijakan fiskal nasional. Hal ini mencerminkan adanya keterkaitan antara sistem ekonomi makro global dengan kapasitas fiskal daerah, termasuk potensi kebijakan seperti work from home (WFH) yang dapat diterapkan secara situasional sesuai regulasi pemerintah pusat.


Dalam konteks kebijakan publik, Bupati menekankan urgensi percepatan realisasi program pembangunan melalui optimalisasi dana transfer ke daerah (TKD). Ia menjelaskan bahwa pengembalian bertahap alokasi TKD harus direspons dengan kesiapan perencanaan dan eksekusi program yang efektif. Secara ekonomi, percepatan belanja daerah memiliki efek multiplier terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, terutama dalam meningkatkan daya beli masyarakat dan memperkuat sektor riil. "Percepatan eksekusi program harus dilakukan dengan menetapkan skala prioritas yang memiliki dampak langsung terhadap pemulihan ekonomi masyarakat,” tegasnya.


 Pernyataan ini sejalan dengan prinsip efisiensi alokasi sumber daya dalam teori ekonomi pembangunan, di mana intervensi pemerintah diarahkan pada sektor-sektor strategis yang mampu menghasilkan efek berganda (multiplier effect). Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk meningkatkan kinerja, adaptif terhadap perubahan, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ia optimistis, dengan sinergi dan komitmen kolektif, Kabupaten Tapanuli Selatan dapat pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat, menuju tata kelola pemerintahan yang resilien dan berkelanjutan.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: