POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL — Pagi itu, suasana di SMKN 1 Tano Tombangan Angkola tampak berbeda. Para siswa yang baru saja menyelesaikan apel pagi terlihat lebih rapi dan sigap. Di sela aktivitas belajar, perhatian mereka tertuju pada kedatangan rombongan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sumatera Utara. Bagi sekolah ini, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud kepedulian nyata terhadap lingkungan belajar mereka.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI, Dr.Tetty Mahrani Pulungan, S.Pd M.Pd turun langsung meninjau fasilitas sanitasi dan kantin sekolah, Senin (2/3/2026). Didampingi Kasi SMK, Saripuddin, serta staf, ia menyapa siswa dan guru dengan hangat sebelum memulai monitoring dan evaluasi (Monev). Kehadirannya menjadi pesan kuat bahwa sekolah sehat adalah fondasi penting bagi masa depan generasi muda.
Satu per satu fasilitas kamar mandi diperiksa secara detail. Mulai dari ketersediaan air bersih, kebersihan lantai, sirkulasi udara, hingga sistem pembuangan. Namun lebih dari sekadar inspeksi fisik, momen itu menjadi ruang dialog. Seorang siswa dengan jujur menceritakan bagaimana mereka bergotong royong menjaga kebersihan setiap pekan.Dari cerita sederhana itu, terlihat bahwa budaya bersih sedang tumbuh, bukan karena takut dinilai, tetapi karena kesadaran bersama.
Secara ilmiah, sanitasi yang baik berkorelasi erat dengan kesehatan peserta didik. Lingkungan yang bersih dapat menekan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Tetty menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan perilaku hidup sehat. “Kamar mandi yang bersih mencerminkan karakter disiplin dan tanggung jawab,” ujarnya di sela peninjauan.
Tak hanya sanitasi, perhatian juga tertuju pada kantin sekolah. Aroma makanan hangat menyambut rombongan saat memasuki area kantin. Di sana, tim mengecek kebersihan peralatan makan, cara penyimpanan bahan pangan, serta variasi menu yang dijual. Edukasi diberikan kepada pengelola kantin tentang pentingnya keamanan pangan guna mencegah penyakit bawaan makanan (foodborne diseases). Pendekatan ini dilakukan secara persuasif, membangun kesadaran bahwa kesehatan siswa adalah prioritas utama.
Kepala sekolah, Agus Zulpan Harahap, SS menyampaikan bahwa upaya menjaga kebersihan telah menjadi program berkelanjutan. Kegiatan gotong royong rutin, jadwal piket kelas, hingga pembinaan perilaku hidup bersih dan sehat terus digalakkan. “Kami ingin siswa merasa memiliki sekolah ini, termasuk menjaga kebersihannya,” tuturnya dengan penuh optimisme.
Bagi para siswa, kunjungan ini menjadi motivasi tersendiri. Mereka merasa diperhatikan, bukan hanya dalam hal prestasi akademik, tetapi juga kenyamanan dan kesehatan selama belajar. Interaksi hangat antara pejabat dinas, guru, dan siswa menciptakan suasana kekeluargaan yang memperkuat semangat kolaborasi.
Melalui Monev ini, Cabdisdik Wilayah XI menegaskan bahwa program Sekolah Bersih bukanlah seremoni tahunan, melainkan gerakan berkelanjutan. Harapannya, budaya sekolah sehat di SMKN 1 Tano Tombangan Angkola dapat menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya. Sebab dari ruang kelas yang bersih dan kantin yang higienis, lahir generasi vokasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli lingkungan.(PS/BERMAWI)

