Gerhana Bulan Picu Gelombang Pasang Ekstrem! Banjir Rob 2,6 Meter, Ancam Pesisir Medan Utara Selama Sepekan, Warga Diminta Siaga Penuh

/ Minggu, 01 Maret 2026 / 19.36.00 WIB

POSKOTASYMATERA.COM-MEDAN-Fenomena alam langka berupa gerhana bulan total diprediksi membawa dampak serius bagi kawasan pesisir Kota Medan. Banjir rob dengan ketinggian mencapai 2,3 hingga 2,6 meter berpotensi menerjang wilayah pesisir Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan mulai Senin (2/3/2026) hingga Sabtu (7/3/2026).

Peringatan ini disampaikan oleh prakirawan dari BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Belawan. Prakirawan Nur Auliakhansa menegaskan bahwa fenomena pasang tinggi kali ini dipicu oleh fase bulan yang dikenal sebagai spring tide, bertepatan dengan momen gerhana bulan total yang terjadi pada Selasa (3/3/2026).

“Benar, banjir rob terjadi secara rutin akibat fase bulan seperti full moon dan new moon. Namun kali ini potensinya lebih tinggi karena bertepatan dengan gerhana bulan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Minggu (1/3/2026).

Gerhana Bulan Total, Pasang Laut Meninggi
Gerhana bulan total yang terjadi di Indonesia memang dapat disaksikan di wilayah Sumatera Utara, termasuk Kota Medan. Namun, awal hingga puncak gerhana total tidak seluruhnya dapat terlihat jelas di wilayah ini. Meski demikian, dampak gravitasi bulan terhadap pasang surut air laut tetap signifikan.

Fenomena ini menyebabkan peningkatan ketinggian air laut yang diprediksi mencapai 2,6 meter, diukur dari titik surut terendah. Pasang maksimum diperkirakan terjadi pada dua waktu krusial setiap hari, yakni:

Pukul 01.00–03.00 WIB

Pukul 14.00–16.00 WIB

Kondisi ini berpotensi memperparah genangan di kawasan rendah pesisir Medan Utara, terutama di sekitar pelabuhan dan permukiman padat penduduk.

Aktivitas Pelabuhan dan Warga Terancam Lumpuh
Wilayah utara Kota Medan yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka dikenal rawan banjir rob saat terjadi pasang tinggi. Dampaknya bukan hanya pada permukiman warga, tetapi juga terhadap aktivitas ekonomi dan transportasi laut.

“Transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas masyarakat, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan sangat mungkin terganggu,” jelas Nur.

Kawasan sekitar Pelabuhan Belawan diperkirakan menjadi titik paling terdampak, mengingat aktivitas logistik dan perdagangan yang padat setiap harinya.

BMKG Imbau Warga Waspada Ekstra
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau masyarakat yang bermukim di pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta:

Mengamankan barang berharga ke tempat lebih tinggi

Memantau informasi cuaca terbaru secara berkala

Menghindari aktivitas di area pesisir saat jam pasang maksimum

Mempersiapkan jalur evakuasi mandiri jika diperlukan

Banjir rob bukan sekadar genangan biasa. Dengan ketinggian air yang bisa menembus lebih dari dua meter, potensi kerugian material dan gangguan aktivitas masyarakat diperkirakan cukup besar.

Fenomena alam ini menjadi pengingat bahwa kawasan pesisir Medan Utara membutuhkan kesiapsiagaan kolektif. Sepekan ke depan akan menjadi masa krusial bagi warga pesisir untuk tetap siaga menghadapi ancaman gelombang pasang ekstrem akibat gerhana bulan.

(PS/M.Fauzi)
Komentar Anda

Terkini: