POSKOTASUMATERA.COM-Medan- Pada Minggu, 1 Maret 2026 yang bertepatan dengan 11 Ramadhan 1447 Hijriah. Sejak dini hari, umat Muslim telah bersiap menjalani ibadah puasa dengan berpedoman pada jadwal imsakiyah resmi. Waktu imsak yang jatuh pada pukul 05.11 WIB menjadi penanda terakhir menyempurnakan sahur, sebelum sepuluh menit kemudian adzan Subuh berkumandang tepat pukul 05.21 WIB, menandai dimulainya kewajiban puasa hingga terbenam matahari.
Waktu berbuka puasa di Kota Medan pada hari ke-11 Ramadhan ini tiba pada pukul 18.42 WIB, bertepatan dengan masuknya waktu Maghrib. Momen berbuka menjadi saat yang dinanti, bukan sekadar melepas dahaga dan lapar, tetapi juga sebagai momentum syukur atas kekuatan menjalani ibadah seharian penuh.
Niat dan Doa, Fondasi Sahnya Puasa
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang keteguhan niat. Niat puasa yang diucapkan pada malam hari atau saat sahur sebelum imsak menjadi salah satu rukun utama yang menentukan sahnya ibadah.
Kesadaran akan pentingnya niat ini semakin ditekankan para tokoh agama di berbagai masjid di Medan, mengingat Ramadhan telah memasuki fase kedua yang dikenal sebagai bulan maghfirah atau ampunan. Umat diimbau memperbanyak istighfar, doa, serta meningkatkan kualitas shalat malam dan tadarus Al-Qur’an.
Ketika adzan Maghrib berkumandang, doa berbuka menjadi amalan yang dianjurkan. Lantunan doa yang dipanjatkan dengan penuh harap diyakini menjadi salah satu waktu mustajab, saat pintu rahmat Allah SWT terbuka luas bagi hamba-Nya yang berpuasa.
Dinamika Ramadhan di Kota Metropolitan
Sebagai kota metropolitan terbesar di Sumatera Utara, Medan memiliki dinamika tersendiri dalam menyambut Ramadhan. Menjelang waktu berbuka, kepadatan kendaraan kerap terlihat di ruas utama seperti Jalan Karya sei.agul Medan Barat dan Jalan Kapten Muslim Helvetia Timur. Aktivitas warga yang bergegas pulang atau berburu takjil menjadi pemandangan rutin setiap sore.
Kawasan kuliner di Jalan Surabaya dipadati masyarakat yang mencari hidangan berbuka, mulai dari aneka gorengan, bubur kampiun, hingga minuman segar khas Medan. Aroma masakan yang menggoda berpadu dengan hiruk pikuk warga menciptakan suasana khas Ramadhan yang hanya hadir setahun sekali.
Sementara itu, Masjid Raya yang sering di bilang Warga Medan bertepatan tidak jauh dari istana Maimun Medan menjadi pusat kegiatan ibadah yang ramai dipadati jamaah. Arsitektur megah dan nilai historisnya menjadikan masjid ini bukan sekadar tempat shalat, tetapi juga simbol spiritualitas warga Medan. Tak jauh dari sana, Lapangan Merdeka menjadi lokasi favorit warga untuk ngabuburit sembari menunggu adzan Maghrib.
Pasar-pasar tradisional seperti Pasar Petisah dan Pasar Aksara turut menggeliat selama Ramadhan. Beragam kue tradisional dan menu berbuka tersaji, memperkuat nuansa kebersamaan serta denyut ekonomi masyarakat kecil.
Harapan Keberkahan di Hari ke-11 Ramadhan
Memasuki hari ke-11 Ramadhan 1447 H, masyarakat Medan diharapkan semakin meningkatkan kualitas ibadah, menjaga kekhusyukan, serta mempererat silaturahmi. Dengan berpedoman pada jadwal imsakiyah resmi dan tuntunan syariat, puasa yang dijalankan diharapkan sah, sempurna, dan penuh keberkahan.
Ramadhan di Medan bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum pembenahan diri di tengah hiruk pikuk kehidupan kota. Semoga seluruh amal ibadah yang dipersembahkan pada hari ini diterima Allah SWT dan membawa kebaikan bagi seluruh warga Kota Medan.
(PS/M.Fauzi)
