Lebaran Bukan Sekadar Tradisi: Ampeta Dorong Penguatan Moral dan Kebersamaan Masyarakat Tabagsel

/ Sabtu, 21 Maret 2026 / 09.17.00 WIB


Ketua Umum Aliansi Masyarakat Peduli Tabagsel (Ampeta), Mahmud Ramadhan Harahap. 

POSKOTASUMATERA.COM- – PADANGSIDIMPUAN – Suasana hangat Idulfitri tak hanya terasa dalam pelukan keluarga dan hidangan khas Lebaran, tetapi juga dalam pesan mendalam yang disampaikan Ketua Umum Aliansi Masyarakat Peduli Tabagsel (Ampeta), Mahmud Ramadhan Harahap. Dalam menyambut 1 Syawal 1447 Hijriah, ia mengajak masyarakat menjadikan Lebaran sebagai momentum memperkuat nilai kemanusiaan dan kebersamaan, bukan sekadar rutinitas tahunan.


Ucapan Minal Aidin wal Faidzin yang disampaikan Mahmud bukan hanya formalitas. Di balik kalimat yang sederhana itu, tersimpan harapan besar agar setiap individu kembali pada fitrahnya—menjadi pribadi yang lebih jujur, bersih, dan penuh empati setelah menjalani ibadah Ramadan. Bagi banyak warga di Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), pesan ini terasa dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari yang penuh tantangan sosial.


Dalam sudut pandang sosial-keagamaan, Idulfitri bukan hanya perayaan spiritual, melainkan juga proses penyembuhan batin. Tradisi saling memaafkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk merajut kembali hubungan yang sempat renggang. Di desa-desa hingga perkotaan Tabagsel, momen ini sering kali menjadi jembatan yang menghubungkan kembali keluarga, sahabat, bahkan tetangga yang lama tak bertegur sapa.


Mahmud menilai, kekuatan Lebaran terletak pada kemampuannya membangun kembali social bonding. Nilai kebersamaan yang muncul dari silaturahmi dan kepedulian sosial diyakini mampu meredam potensi konflik dan memperkuat rasa persatuan. Dalam konteks ini, Lebaran menjadi energi sosial yang menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi identitas masyarakat lokal.


Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada euforia perayaan. Nilai-nilai seperti disiplin, kesabaran, dan kepedulian yang diasah selama Ramadan, menurutnya, harus terus hidup dalam tindakan nyata. Mulai dari hal sederhana—membantu sesama, menjaga kejujuran, hingga aktif dalam kegiatan sosial—semua menjadi bagian dari implementasi makna Idulfitri.


Ampeta juga memandang bahwa kekuatan moral masyarakat memiliki hubungan erat dengan kemajuan daerah. Masyarakat yang menjunjung tinggi integritas dan solidaritas akan lebih siap menghadapi tantangan pembangunan. Dalam konteks Tabagsel, hal ini menjadi penting untuk menciptakan lingkungan yang harmonis sekaligus produktif.


Menutup pesannya, Mahmud Ramadhan Harahap kembali mengucapkan selamat Idulfitri kepada seluruh umat Muslim. Ia berharap semangat kebersamaan yang lahir dari Ramadan tidak berhenti sebagai tradisi musiman, melainkan menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang inklusif, peduli, dan berkeadilan. Lebaran, pada akhirnya, adalah tentang manusia—tentang hati yang kembali bersih dan tangan yang kembali saling menggenggam.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: