![]() |
| Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH |
Poskotasumatera.com,MEDAN – Program andalan Presiden Prabowo Subianto Makanan Bergizi Gratis (MBG) terancam gagal akibat pengaruh sumber pendanaan, pengelolaan yang tidak profesional dan diduga sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Pakar hukum perundang-undangan Assoc. Prof. Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH, menilai bahwa dugaan KKN ini dinilai merajalela sehingga kualitas menu makanan yang di sajikan tidak sesuai dengan yang di harapkan.
"Niat baik presiden prabowo melahirkan program MBG sungguh mulia, namun akibat sturuktur dan infrastruktur yang kurang profesional, transparan dan akuntabel sehingga program MBG ini diduga dijadikan pintu KKN," Tegas DR.GEA pada saat berbicara di Warkop Agam Medan, pada hari Jum'at (27/03/2026) malam.
Berdasarkan data, DR. GEA menilai anggaran yang dikeluarkan untuk MBG sangat mencengangkan mencapai dengan maksimal Rp1,2 triliun untuk 82,9 juta penerima per harinya.
Beliau menduga anggaran tersebut diduga "dicangkok" dari APBN bidang pendidikan, tindakan ini melanggar amanat konstitusi dan cita bangsa untuk mencerdaskan bangsa. Di tengah defisit negara akibat gejolak global, program ini semakin bebani keuangan negara, apalagi harga minyak dunia berpotensi melonjak.
"Lebih baik stop MBG, evaluasi total!. Alihkan dana ke pendidikan gratis negeri-swasta sampai ke perguruan tinggi, sebab dengan pendidikan gratis maka tujuan pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa akan tercapai," usul Assoc.Prof.Dr Ali Yusran Gea tegas.
Ia juga kritik terkait pendidikan daring pasca-pandemi yang dapat "mundurkan kualitas belajar siswa-mahasiswa".
"Kembali tatap muka penuh, jangan ulang kesalahan," kata DR. GEA dengan tegas.
Pernyataan pedas ini keluar saat MBG bergulir nasional dengan anggaran triliunan serta melihat terhadap Pemerintah yang belum memberi respons resmi terkait hal tersebut. (120n)
