Pesantren Ramadan SMKN 1 Marancar: Sinergi Vokasi dan Spiritualitas Cetak Generasi Berintegritas

/ Senin, 02 Maret 2026 / 23.05.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM–TAPSEL — Suasana pagi di halaman SMKN 1 Marancar, Senin (2/3/2026), terasa berbeda. Di bawah langit yang cerah, ratusan siswa berdiri rapi mengikuti apel pembukaan Pesantren Ramadan yang akan berlangsung hingga 6 Maret 2026. Tidak sekadar agenda tahunan, kegiatan ini menjadi ruang perenungan dan pembentukan karakter, tempat di mana keterampilan vokasi bertemu dengan nilai-nilai spiritual yang menyejukkan jiwa.


Usai apel, para siswa dan guru melangkah bersama menuju musala sekolah untuk melaksanakan salat Duha berjamaah. Di antara mereka, tampak wajah-wajah muda yang biasanya sibuk dengan praktik kejuruan—mulai dari  Pertanian  hingga Kompoter—kini khusyuk menengadahkan tangan dalam doa. Momen ini menjadi simbol bahwa pendidikan kejuruan bukan hanya tentang mengasah keterampilan teknis, tetapi juga merawat hati dan membangun etika profesi yang berlandaskan iman.

Kegiatan dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan secara bergantian oleh guru dan perwakilan siswa.  Ketika seorang siswa berdiri menyampaikan tausiah, suara lantangnya menggema, menyampaikan pesan tentang kejujuran dan tanggung jawab sebagai calon tenaga profesional. Pendekatan partisipatif ini bukan hanya melatih keberanian berbicara di depan umum, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri dan kepemimpinan yang tumbuh dari kesadaran spiritual.


Di ruang-ruang kelas, lantunan ayat suci terdengar syahdu melalui kegiatan tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan secara terstruktur. Beberapa siswa tampak saling menyimak bacaan temannya, memperbaiki tajwid dengan sabar. Aktivitas ini tidak hanya meningkatkan literasi keagamaan, tetapi juga menumbuhkan ketenangan batin dan kedisiplinan—nilai yang sangat dibutuhkan di dunia kerja yang menuntut ketelitian dan integritas.


Pelaksanaan Pesantren Ramadan ini mengacu pada Surat Edaran Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Alexander Sinulingga, Nomor: 400.3/003/11/2026. Edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.


Kebijakan ini menekankan pentingnya keseimbangan antara capaian akademik dan penguatan iman serta akhlak mulia. Menariknya, sekolah juga memastikan pendekatan inklusif berjalan harmonis. Bagi siswa non-Muslim, disiapkan kegiatan bimbingan rohani sesuai agama dan kepercayaan masing-masing. Di sinilah nilai toleransi dan kebersamaan dipraktikkan secara nyata, menjadikan Ramadan bukan sekadar milik satu kelompok, melainkan momentum kolektif untuk memperkuat karakter dan solidaritas.


Kepala sekolah, Afwan Tarihoran, M.Pd, menegaskan bahwa Pesantren Ramadan adalah investasi karakter jangka panjang. “Kami ingin lulusan SMKN 1 Marancar tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menjaga amanah,” ujarnya penuh harap. Di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif, sekolah ini memilih menanamkan fondasi integritas sejak dini—karena sejatinya, kompetensi tanpa moral hanyalah separuh dari makna pendidikan.(PS/BERMAWI)

Komentar Anda

Terkini: