Polres Madina Tertibkan Pistol Mainan di Siabu, GEMPAK Kritik Lemahnya Pengawasan Desa

/ Minggu, 22 Maret 2026 / 20.42.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM - MADINA - Kepolisian Resor Mandailing Natal (Polres Madina) melalui jajaran Polsek bersama Pos Siabu, serta melibatkan anggota Danramil 12/Siabu, melakukan penertiban dan penyitaan terhadap pistol mainan berpeluru plastik di sejumlah wilayah pada hari kedua Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Minggu (22/3/2026).

Berdasarkan pantauan awak media, kegiatan penindakan tersebut dilaksanakan di beberapa desa, yakni Desa Sihepeng, Huta Raja, Hutapuli, dan Simangambat. Petugas gabungan turun langsung ke lapangan guna menindak penggunaan pistol mainan berpeluru plastik yang dinilai berpotensi membahayakan, khususnya bagi anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, aparat berhasil menyita sejumlah pistol mainan dari warga yang kedapatan menggunakannya. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama suasana Lebaran agar tetap aman dan kondusif.

Sementara itu, dari hasil pantauan di Polsek Siabu, sejumlah warga juga mendatangi kantor polisi untuk melaporkan berbagai kejadian. Laporan yang masuk di antaranya terkait aksi pelemparan kaca mobil hingga dugaan pengeroyokan yang terjadi di wilayah tersebut.

Menanggapi kondisi tersebut, Mhd Baik Siregar selaku Sekretaris GEMPAK menyampaikan kritik terhadap pemerintah desa yang dinilai kurang optimal dalam melakukan pengawasan di tengah masyarakat.

“Pemerintah desa jangan diam saja. Sudah seharusnya melakukan pengawasan serta memberikan imbauan kepada masyarakat terkait bahaya dan kerugian yang dapat ditimbulkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa maraknya penggunaan pistol mainan berpeluru plastik serta aksi kekerasan yang terjadi bukanlah bagian dari tradisi masyarakat.

“Ini bukan tradisi yang harus dipertahankan. Justru ini berpotensi membahayakan dan merugikan orang lain. Jangan sampai hal seperti ini dianggap biasa,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia meminta kepala desa bersama perangkatnya untuk lebih aktif turun ke lapangan, melakukan pendekatan persuasif, serta meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya kepada para orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum. Pemerintah desa harus hadir dan bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban di wilayahnya,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan dapat berdampak luas, tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

Dengan adanya penertiban yang melibatkan aparat kepolisian dan TNI, diharapkan situasi kamtibmas selama perayaan Idul Fitri tetap aman, tertib, dan kondusif. (PS/210)

Komentar Anda

Terkini: