POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,-Bangsa Indonesia kembali berduka. Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6, Try Sutrisno, wafat pada Senin dini hari (2/3). Kabar kepergian tokoh nasional tersebut menyisakan duka mendalam sekaligus refleksi atas perjalanan panjang pengabdiannya bagi Tanah Air.
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., menyampaikan belasungkawa atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan.
“Atas nama Pemerintah dan seluruh masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Try Sutrisno. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Bupati Oloan.
Sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998, almarhum dikenal sebagai figur dengan latar belakang militer yang kuat, berkarakter tegas, disiplin, dan konsisten dalam menjalankan amanah negara. Dalam dinamika perjalanan bangsa pada era tersebut, Try Sutrisno turut berperan dalam menjaga stabilitas nasional, memperkuat sendi-sendi pemerintahan, serta mendorong kesinambungan pembangunan.
Pengabdiannya tidak hanya tercatat dalam jabatan formal kenegaraan, tetapi juga dalam komitmennya terhadap persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai integritas, loyalitas terhadap konstitusi, dan semangat pengabdian tanpa pamrih menjadi bagian dari warisan moral yang patut dikenang dan diteladani.
Bupati Oloan menegaskan bahwa kepergian tokoh bangsa seperti Try Sutrisno menjadi momentum refleksi nasional. Menurutnya, generasi penerus bangsa perlu belajar dari keteguhan, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab yang ditunjukkan almarhum selama menjalankan tugas negara.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pemimpinnya. Keteladanan beliau dalam menjaga komitmen terhadap negara harus menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya bagi generasi muda dalam membangun Indonesia ke depan,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, unsur TP PKK Kabupaten Humbang Hasundutan, serta seluruh elemen masyarakat turut menyampaikan doa dan penghormatan terakhir. Ungkapan belasungkawa juga menjadi wujud solidaritas daerah terhadap duka nasional yang tengah dirasakan.
Kepergian Try Sutrisno bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar yang ditinggalkan, tetapi juga kehilangan bagi bangsa Indonesia yang pernah merasakan kepemimpinan dan pengabdiannya. Jejak sejarah yang ia torehkan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang Republik Indonesia.
Semoga almarhum husnul khatimah dan segala jasa serta pengabdiannya dicatat sebagai amal kebaikan yang abadi. Bangsa ini akan senantiasa mengenang kontribusinya dalam menjaga marwah dan arah pembangunan negara.
(PS/B.Nababan )
