POSKOTASUMATERA.COM-Medan-Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memimpin apel perdana pasca libur Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menyerukan kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk kembali “tancap gas” dalam melayani masyarakat. Namun, di balik seruan tersebut, sorotan tajam datang dari warga yang menuntut perubahan nyata, bukan sekadar retorika,Rabu 25/03/2026.
Apel yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap dan Sekda Wiriya Alrahman itu disebut sebagai momentum konsolidasi pasca-Ramadan. Dalam pidatonya, Rico menegaskan pentingnya pelayanan publik yang cepat, transparan, dan berbasis data melalui visi “Medan Berdaya”.
Namun di lapangan, kondisi justru belum sepenuhnya sejalan dengan harapan tersebut. Sejumlah warga mengaku masih menghadapi pelayanan yang berbelit, dugaan pungutan liar, hingga ketidakjelasan birokrasi. Bahkan, dalam beberapa waktu terakhir, aksi unjuk rasa muncul sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja pemerintahan.
“Jangan hanya omon-omon. Kami butuh bukti nyata,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Rico sendiri dalam arahannya secara tegas melarang praktik pungli dan meminta ASN bekerja dengan integritas. Ia juga menekankan bahwa setiap kebijakan ke depan harus berbasis data, bukan sekadar perkiraan.
Meski demikian, publik menilai pernyataan tersebut harus segera diikuti langkah konkret dan terukur. Apalagi, sejumlah isu krusial seperti pemerataan pembangunan, kebersihan kota, penanganan gizi buruk, hingga transparansi bantuan sosial masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Program bantuan sosial seperti PKH untuk 10.000 warga juga menjadi perhatian. Warga berharap distribusinya benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi disusupi praktik curang oleh oknum tertentu.
Selain itu, janji pengaktifan 2.001 poskamling serta peningkatan penerangan jalan dinilai penting untuk menjawab persoalan keamanan yang masih kerap dikeluhkan masyarakat.
Di sisi lain, arah pembangunan yang dikaitkan dengan program nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto juga menambah ekspektasi publik agar Medan bisa berbenah lebih cepat dan terukur.
Pasca Lebaran ini, harapan warga Medan cukup jelas: tidak ada lagi praktik curang dalam jabatan, tidak ada lagi pelayanan yang menyulitkan, dan tidak ada lagi janji tanpa realisasi.
Momentum sudah dimulai. Kini, publik menunggu—apakah kepemimpinan Rico Waas benar-benar membawa perubahan, atau justru kembali terjebak dalam pola lama birokrasi yang selama ini dikeluhkan.
(PS/M.F/Tim)
