POSKOTASUMATERA.COM – MEDAN – Memasuki hari ketiga, kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB Angkatan 3 Tahun 2026 berlangsung semakin intensif dan aplikatif.
Kegiatan yang digelar di Grand Hotel Antares, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan ini menjadi ruang strategis dalam memperkuat kapasitas manajerial para kepala sekolah dan pengelola pendidikan.
Bimtek ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan. Sinergi antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) dan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam mendukung pengelolaan Dana BOS yang transparan dan akuntabel.
Secara ilmiah, pengelolaan Dana BOS merupakan bagian integral dari manajemen pendidikan modern yang menuntut efisiensi, efektivitas, serta kepatuhan terhadap regulasi. Dalam perspektif manajemen pendidikan, pengelolaan dana publik harus mengedepankan prinsip good governance yang mencakup transparansi, akuntabilitas, partisipasi, dan supremasi hukum. Oleh karena itu, Bimtek ini memberikan pemahaman komprehensif mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pelaporan penggunaan dana.
Kepala SMKN 1 Batangtoru, Hamonangan Harahap, M.A., menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan wawasan baru terkait optimalisasi penggunaan dana BOS agar lebih tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya integrasi antara perencanaan anggaran dengan kebutuhan riil sekolah sehingga setiap program yang dijalankan memiliki dampak langsung terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
Hal senada disampaikan Kepala SMKN 1 Marancar, Afwan Tarihoran, M.Pd., yang menilai Bimtek ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif melalui simulasi praktis. Menurutnya, penerapan sistem pelaporan keuangan berbasis digital menjadi langkah strategis dalam meminimalisir kesalahan administrasi serta meningkatkan transparansi kepada publik.
Pada hari ketiga, materi yang disampaikan berfokus pada evaluasi penggunaan dana BOS serta strategi mitigasi risiko dalam pengelolaan keuangan sekolah. Pendekatan ini selaras dengan konsep manajemen risiko dalam administrasi publik, yang menekankan pentingnya pengawasan internal serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah potensi penyimpangan.
Selain itu, diskusi interaktif antar peserta menjadi kekuatan utama kegiatan ini. Para kepala sekolah saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik (best practices), sehingga tercipta ekosistem pembelajaran kolaboratif yang mampu meningkatkan kapasitas individu maupun institusi secara berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya Bimtek ini, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh secara optimal di satuan pendidikan masing-masing. Pengelolaan Dana BOS yang profesional dan akuntabel tidak hanya mendukung kelancaran operasional sekolah, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mewujudkan sistem pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di tingkat nasional.(PS/BERMAWI)
