POSKOTASUMATRA.COM | ACEH — Sejumlah dapur SPPG di Aceh disorot setelah ditemukan pelanggaran serius, mulai dari potensi kontaminasi hingga tata letak dapur yang tidak sesuai standar.
Berdasarkan pantauan di lapangan, masih ditemukan dapur yang menggabungkan area memasak dengan ruang pencucian dan persiapan bahan, sehingga berisiko tinggi terjadi kontaminasi silang. Selain itu, sejumlah dapur juga terpantau minim fasilitas pendukung seperti exhaust fan, yang membuat kondisi ruang kerja panas dan tidak layak bagi relawan.
Kepala Regional BGN Aceh sekaligus Koordinator SPPG/BGN, Mustafa Kamal, menegaskan temuan tersebut telah dicatat dan diserahkan untuk segera ditindaklanjuti.
“Dapur yang tidak sesuai standar berpotensi terkontaminasi. Semua temuan sudah kita catat dan koordinasikan,” ujarnya Via Whatsapp kepada poskotasumatra.com, Rabu (15/04/2026).
BGN memberi waktu satu minggu untuk perbaikan. Jika tidak mampu dibenahi tanpa mengganggu operasional, dapur akan tetap disuspend.
“Kita beri waktu satu minggu. Kalau bisa diperbaiki, akan dibuka kembali. Tapi kalau perbaikannya mengganggu operasional, harus ditutup dulu,” tegasnya.
Mustafa menekankan, pelanggaran kategori mayor wajib dihentikan operasionalnya, seperti layout dapur yang menyatu dengan area pencucian dan persiapan, serta minimnya fasilitas penting.
“Ini tidak bisa ditolerir. Ruangan harus terpisah agar tidak terjadi kontaminasi,” katanya.
Ia juga menegaskan, langkah ini murni untuk memastikan kualitas dapur dan makanan bagi masyarakat.
“Tujuan kita satu, dapur harus benar-benar berkualitas dan makanan yang diterima anak-anak sehat. Tidak ada kepentingan lain,” ujarnya.
BGN memastikan pengawasan akan terus diperketat dan tidak segan mengambil tindakan tegas terhadap dapur yang mengabaikan standar. (PS/ASP)
