![]() |
| foto. Ilustrasi |
POSKOTASUMATERA.COM – Asahan — Fenomena tak biasa terjadi di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Asahan. Dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sama-sama menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) secara hampir bersamaan mengundurkan diri dari jabatannya.
Kondisi ini memicu tanda tanya besar di tengah publik: ada apa sebenarnya di balik mundurnya dua pejabat tersebut?
Sekretaris Dinas Perhubungan Asahan yang juga Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), Afif Gurning, membenarkan adanya pengunduran diri tersebut saat dikonfirmasi awak media, Selasa (14/4/2026) di ruang kerjanya.
“Benar, ada dua ASN dengan jabatan Kasi yang mengundurkan diri,” ujarnya.
Kedua ASN tersebut diketahui adalah Indra, yang menjabat sebagai Kasi Parkir serta Dedi Rakasiwi, Kasi Kelautan.
Afif menjelaskan, pengunduran diri Indra sebenarnya sudah diajukan sejak sekitar empat bulan lalu dengan alasan faktor kesehatan. Saat ini, posisi tersebut telah diisi oleh Pelaksana Tugas nya (Plt).
“Untuk Kasi Parkir, pengunduran dirinya sudah lama diajukan dan alasannya karena kesehatan. Saat ini sudah ada Plt ,” jelasnya.
Namun berbeda dengan Indra, pengunduran diri Dedi justru menimbulkan tanda tanya. Hingga kini, pihak Dishub mengaku belum mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan tersebut.
Kalau yang Kasi Kelautan, sampai saat ini kami belum diketahui alasan pastinya, mungkin alasannya karena masalah keluarga. Prosesnya masih berjalan di BKD Asahan
"Informasi yang kami terima, ayah Dedi Rakasiwi saat ini sedang mengalami kondisi sakit. Sehingga harus bolak balik berobat ke Penang,” ungkap Afif.
Ia juga menambahkan bahwa Kepala Dinas Perhubungan telah memanggil dan memberikan arahan kepada Dedi agar mempertimbangkan kembali keputusannya.
Namun, hingga kini belum ada kejelasan apakah pengunduran diri tersebut akan dibatalkan atau tetap dilanjutkan.
Menanggapi spekulasi yang berkembang terkait adanya persoalan internal, Afif dengan tegas membantah.
“Tidak ada persoalan di internal. Itu murni keputusan pribadi masing-masing,” tegasnya.
Meski demikian, mundurnya dua pejabat struktural dalam waktu berdekatan tetap memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.
Transparansi dan penjelasan yang lebih terbuka dinilai penting agar tidak menimbulkan asumsi liar terkait kondisi internal instansi tersebut.(PS/Joko)
