POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menunjukkan kepedulian nyata terhadap warganya yang tertimpa musibah. Hal ini terlihat dari kehadiran langsung Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, yang melayat ke rumah duka almarhum A. Sianturi (76), korban bencana alam akibat sambaran petir, di Desa Lumban Barat, Kecamatan Paranginan, Kamis (16/4/2026).
Suasana duka menyelimuti kediaman keluarga almarhum. "Tangis haru keluarga dan kerabat pecah saat rombongan Bupati tiba di lokasi. Kehadiran orang nomor satu di Humbang Hasundutan tersebut menjadi penghiburan tersendiri bagi keluarga yang ditinggalkan.
Almarhum diketahui meninggalkan seorang istri tercinta, br. Sigalingging, enam orang anak, serta sejumlah cucu yang sangat kehilangan sosok kepala keluarga yang selama ini menjadi panutan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan turut belasungkawa yang mendalam, tidak hanya secara formal sebagai kepala daerah, tetapi juga secara pribadi sebagai sesama manusia yang turut merasakan duka."Dengan nada penuh empati, Bupati mengajak keluarga untuk tetap tabah dan kuat dalam menghadapi cobaan yang tidak mudah ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan secara pribadi, saya menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhum. Kita semua tentu tidak pernah menginginkan peristiwa ini terjadi, namun kita percaya bahwa Tuhan memiliki rencana terbaik.
Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta penghiburan dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” ujar Bupati dengan penuh haru. "Bupati juga menambahkan kata-kata penguatan yang menyentuh hati keluarga yang berduka. Ia mengingatkan bahwa setiap peristiwa kehidupan, termasuk kehilangan, adalah bagian dari perjalanan iman yang harus dijalani dengan keteguhan hati.
“Dalam setiap duka, selalu ada kasih Tuhan yang menyertai. Meskipun hari ini terasa begitu berat, percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Air mata yang jatuh hari ini adalah wujud kasih kita kepada almarhum, dan kenangan indah bersama beliau akan menjadi kekuatan untuk melangkah ke depan.
Tetaplah saling menguatkan sebagai keluarga, karena di situlah kita menemukan penghiburan,” ungkapnya.
Ia juga mengajak keluarga untuk tetap menjaga kebersamaan dan tidak larut dalam kesedihan berkepanjang-an. “Kehilangan orang yang kita kasihi memang tidak mudah, namun hidup harus terus berjalan.
Jadikan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan almarhum sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, almarhum akan selalu hidup dalam setiap tindakan baik kita,” tambah Bupati.
Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, termasuk sambaran petir yang dapat terjadi secara tiba-tiba, terutama di wilayah dengan kondisi cuaca ekstrem. Ia berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali dan masyarakat semakin meningkatkan kehati-hatian dalam beraktivitas.
Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah daerah, Bupati turut menyerahkan bantuan kepada keluarga korban. Bantuan tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban keluarga di tengah suasana duka yang mendalam.
Perwakilan keluarga, A. Rotua Sianturi, menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas kehadiran Bupati dan rombongan. Menurutnya, kehadiran langsung pemerintah daerah di tengah masyarakat yang sedang berduka menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan warganya.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kehadiran Bapak Bupati bersama rombongan. Ini menjadi penguatan bagi kami keluarga yang sedang berduka. Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi di kemudian hari,” ungkapnya.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum, tetapi juga menjadi simbol kuat kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama dalam situasi duka dan bencana.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus berkomitmen untuk hadir, mendengar, dan memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil, kepada masyarakat yang membutuhkan. (PS/B Nababan)
