Hadiri Rakornas Kementan, Bupati Taput Usulkan Penguatan Irigasi Hadapi Kemarau Ekstrem 2026

/ Selasa, 21 April 2026 / 11.34.00 WIB

 

POSKOTASUMATERA.COM-HUMBAHAS,- Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengambil langkah proaktif dalam mengantisipasi potensi musim kemarau ekstrem tahun 2026 dengan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau yang digelar Kementerian Pertanian RI di Jakarta, Senin (20/04/2026).

Rakornas tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan diikuti oleh para kepala daerah se-Indonesia bersama jajaran pemerintah pusat serta pemangku kepentingan sektor pertanian. 

Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., hadir didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian Viktor Siagian dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) SEY Pasaribu.

Forum ini membahas langkah strategis dan antisipatif menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang diprediksi terjadi pada tahun 2026, khususnya dalam menjaga stabilitas produksi pangan nasional dan daerah.

Kegiatan ini melibatkan Menteri Pertanian, kepala daerah dari seluruh Indonesia, serta instansi terkait di bidang pertanian. Dari Kabupaten Tapanuli Utara, hadir langsung Bupati bersama jajaran dinas teknis. Rakornas dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, bertempat di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta.

Partisipasi aktif Kabupaten Tapanuli Utara dinilai penting guna menyelaraskan kebijakan daerah dengan strategi nasional, terutama dalam menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman perubahan iklim dan penurunan curah hujan.

Dalam forum tersebut, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan usulan konkret kepada pemerintah pusat, yakni: Pembangunan irigasi perpompaan, Pembangunan irigasi tersier

Menurutnya, penguatan sistem irigasi menjadi solusi utama untuk memastikan distribusi air tetap stabil ke lahan pertanian, sehingga produktivitas petani tidak terganggu meski terjadi kemarau panjang.

“Pemerintah Kabupaten berkomitmen menyelaraskan langkah dengan pemerintah pusat demi mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan, meski dihadapkan pada tantangan musim kemarau,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya optimalisasi lahan dan penerapan teknologi pertanian adaptif sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi perubahan iklim.

Dengan keterlibatan dalam Rakornas ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap dapat merumuskan langkah mitigasi yang lebih terukur, sistematis, dan berkelanjutan, guna menjaga ketahanan pangan daerah serta melindungi kesejahteraan petani selama musim kemarau 2026. (PS/EN) 

Komentar Anda

Terkini: