POSKOTASUMATERA.COM – BATANGTORU —Suasana religius dan penuh kehangatan menyelimuti Masjid Baitul Muhsinin yang terletak di Lingkungan II, Kelurahan Aek Pining, Kecamatan Batangtoru, pada Rabu malam (1/4/2026). Kegiatan keagamaan yang dirangkai dengan silaturahmi ini menjadi momentum strategis bagi masyarakat dalam mempererat hubungan sosial pasca perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, Badan Kemakmuran Masjid (BKM), kepala lingkungan (kepling), remaja masjid, organisasi Pujakesuma, hingga ibu-ibu PKK. Partisipasi lintas elemen ini mencerminkan tingginya kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga harmoni sosial dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.
Dalam perspektif sosial-keagamaan, kegiatan ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial. Interaksi yang terbangun tidak hanya bersifat ritualistik, tetapi juga menjadi media internalisasi nilai-nilai moral, etika, serta solidaritas sosial. Hal ini sejalan dengan teori integrasi sosial yang menekankan pentingnya komunikasi interpersonal dan kebersamaan sebagai fondasi stabilitas sosial di tingkat komunitas.
Tausyiah yang disampaikan oleh Ustaz H. Abu Khotib Lubis menjadi inti dari kegiatan tersebut. Dalam ceramahnya, ia menekankan urgensi menjaga ukhuwah Islamiyah, memperbaiki hubungan antarsesama, serta menjadikan momentum Idulfitri sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Penyampaian yang komunikatif dan kontekstual membuat pesan-pesan keagamaan mudah dipahami oleh seluruh lapisan jamaah.
Selain itu, kegiatan ini juga menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah kelurahan dan masyarakat. Lurah Aek Pining, Hendra Sakti Siregar, turut hadir bersama jajaran aparatur, sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kegiatan keagamaan berbasis masyarakat. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dinilai mampu memperkuat kepercayaan publik sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan sosial.
Secara sosiologis, silaturahmi pasca-Idulfitri berfungsi sebagai mekanisme rekonsiliasi sosial berbasis kearifan lokal. Tradisi saling memaafkan menjadi simbol resolusi konflik yang efektif dalam mereduksi potensi gesekan sosial, sekaligus membangun kembali relasi sosial yang harmonis dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Acara ditutup dengan kegiatan salam-salaman antar seluruh peserta yang hadir. Momen tersebut berlangsung penuh keharuan dan keakraban, mencerminkan kuatnya nilai persaudaraan di tengah masyarakat Kelurahan Aek Pining. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan semangat persatuan, nilai religius, serta solidaritas sosial dapat terus terpelihara sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.(PS/BERMAWI)


