Kloter Perdana Haji 2026 Berangkat dari Medan: Era Baru Tata Kelola Dimulai, Layanan Diperketat dan Dimodernisasi

/ Selasa, 21 April 2026 / 11.20.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Sebanyak 360 jemaah haji yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 01 Embarkasi Medan resmi memasuki Asrama Haji Medan, Selasa (21/04/2026). Momentum ini bukan sekadar seremoni awal keberangkatan, tetapi juga menandai dimulainya operasional haji nasional tahun ini sekaligus babak baru pengelolaan ibadah haji oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.

Kedatangan kloter perdana yang berasal dari Kota Binjai dan Kota Medan berlangsung tertib dan terorganisir. Setibanya di Aula Jabal Nur, para jemaah langsung diarahkan mengikuti prosedur penerimaan yang telah disiapkan secara sistematis. Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) bersama jajaran pendamping tampak sigap mengatur alur kedatangan, memastikan setiap jemaah duduk sesuai nomor manifes guna mempercepat proses verifikasi serta pembagian kelompok.

Dari total 360 jemaah, sebanyak 223 orang berasal dari Binjai dan 131 dari Medan. Komposisi menunjukkan dominasi jemaah perempuan sebanyak 212 orang, sementara laki-laki berjumlah 148 orang. Mereka didampingi enam petugas yang terdiri dari Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), tenaga medis, serta Petugas Haji Daerah (PHD). Seluruh jemaah terbagi dalam sembilan rombongan yang masing-masing dipimpin oleh seorang ketua rombongan (karom).

Salah satu inovasi penting yang langsung diterapkan adalah pembagian kartu Nusuk—identitas digital yang kini menjadi kunci utama akses layanan selama berada di Tanah Suci. Distribusi kartu dilakukan secara berjenjang, dimulai dari ketua regu sebelum disalurkan kepada seluruh anggota.

Ketua PPIH Embarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, menegaskan bahwa kartu Nusuk merupakan dokumen vital yang tidak boleh diabaikan.

“Kartu Nusuk ini adalah akses resmi selama berada di Makkah, Madinah, dan Armuzna. Jangan sampai hilang, rusak, atau disalahgunakan. Bahkan, jangan difoto sembarangan karena barcode di dalamnya sangat sensitif,” tegasnya.

Ia juga menyoroti perubahan signifikan dalam sistem penyelenggaraan haji tahun ini. Dengan keterlibatan penuh Kementerian Haji dan Umrah sebagai pengelola utama, pemerintah berupaya menghadirkan tata kelola yang lebih terintegrasi, profesional, dan berbasis sistem digital.

“Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tahun ini adalah titik awal transformasi besar dalam pelayanan haji Indonesia. Kita ingin memastikan jemaah mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan modern,” ujarnya.

Selain fokus pada administrasi, jemaah juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan serta menjaga kondisi fisik di tengah padatnya aktivitas. Masa tinggal di asrama dimanfaatkan sebagai fase pemantapan sebelum memasuki tahapan krusial berikutnya.

Seluruh jemaah dijadwalkan akan diberangkatkan ke Tanah Suci melalui Bandara Internasional Kualanamu pada hari berikutnya. Menariknya, terdapat peningkatan signifikan dalam layanan keberangkatan tahun ini. Jika sebelumnya jemaah harus melalui terminal kargo, kini mereka akan diberangkatkan langsung melalui terminal internasional Gate 12 dengan fasilitas garbarata.

“Ini bagian dari peningkatan pelayanan. Jemaah kini bisa langsung masuk pesawat melalui garbarata, lebih nyaman dan manusiawi,” tambah Zulkifli.

Optimisme pun mengiringi pelepasan kloter perdana ini. Dengan sistem yang terus diperbaiki dan koordinasi lintas sektor yang semakin solid, PPIH Embarkasi Medan berharap seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar hingga fase pemulangan.

“Harapan kita sederhana tapi bermakna besar, seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur,” pungkasnya.

Keberagaman usia turut mewarnai kloter ini. Jemaah tertua tercatat atas nama Sonimin Amat Ngariman (81) asal Binjai, sementara jemaah termuda adalah Nazwa Mora Kania Nasution (20) asal Medan - menjadi simbol bahwa panggilan suci ini melintasi batas generasi.

Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kabag TU Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Alfian, S.Ag., M.AP, Sekretaris PPIH Dr. H. Torang Rambe, M.Ag, Pimpinan Yayasan Majelis Taklim Jabal Noor KH. Zulfiqar Hajar, LC, serta perwakilan Pemerintah Kota Medan dan Kota Binjai.

Dengan dimulainya keberangkatan kloter pertama ini, Indonesia kembali meneguhkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji - sebuah perjalanan spiritual yang kini ditopang oleh sistem yang semakin modern, terukur, dan berorientasi pada kenyamanan umat.

(PS/M.F/Tim)
Komentar Anda

Terkini: