POSKOTASUMATERA.COM-MEDAN-Aksi kriminal jalanan kembali mencoreng rasa aman warga di Kecamatan Medan Marelan. Seorang ibu rumah tangga, Juliana, menjadi korban pembegalan brutal di siang hari, Rabu (15/4), di Jalan Ileng. Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus serupa yang berulang di kawasan tersebut dan memicu kekhawatiran serius di tengah masyarakat.
Dalam insiden itu, korban mengalami luka sabetan senjata tajam dan kehilangan tas miliknya setelah pelaku diduga salah sasaran, mengira korban baru keluar dari kantor Pegadaian. Padahal, Juliana diketahui baru saja mengantar anaknya ke sekolah.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, merespons cepat dengan mengutus Camat Medan Marelan, Zulkifli Pulungan, untuk menjenguk korban di RSU Wulan Windy, Kamis (16/4).
Namun, di balik langkah empati tersebut, publik mulai mempertanyakan efektivitas langkah pencegahan di lapangan. Kunjungan dan pemberian tali asih dinilai belum cukup menjawab akar persoalan yang terus berulang.
Dalam kunjungannya, Zulkifli Pulungan menyampaikan salam dari Wali Kota serta menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian. Ia juga menegaskan bahwa pihak kecamatan bersama unsur Forkopimcam terus meningkatkan koordinasi untuk menekan angka kriminalitas.
“Kami terus berkoordinasi untuk memperkecil ruang gerak pelaku kejahatan,” ujarnya.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya meredam kritik warga. Pasalnya, aksi begal terjadi di siang hari - waktu yang seharusnya relatif aman - menandakan adanya celah serius dalam pengawasan dan pencegahan.
Zulkifli juga menyebutkan bahwa pihaknya tengah mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) sesuai instruksi Wali Kota. Namun, kebijakan ini dipandang sebagai langkah klasik yang kerap digaungkan setiap kali insiden terjadi, tanpa evaluasi menyeluruh terhadap efektivitasnya.
Situasi ini memunculkan tuntutan agar aparat kecamatan tidak hanya bergerak setelah kejadian, melainkan mampu menghadirkan strategi preventif yang konkret dan terukur. Warga berharap ada peningkatan patroli, pemetaan titik rawan, serta keterlibatan aktif aparat keamanan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Juliana yang masih menjalani perawatan mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah. Namun trauma akibat kejadian tersebut menjadi pengingat nyata bahwa rasa aman di ruang publik masih jauh dari harapan.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kebijakan di wilayah Medan Marelan. Tanpa langkah tegas, terukur, dan konsisten, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan kembali terulang - dan masyarakat lagi yang menjadi korban.
(PS/M.F/Tim)
