Pemkab Taput Apresiasi 6 Tahun Jabu Bonang, Konsisten Angkat Martabat Penenun Ulos

/ Rabu, 22 April 2026 / 08.42.00 WIB

 

Poskotasumatera.com-Taput,-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) memberikan apresiasi tinggi atas kiprah Jabu Bonang yang telah enam tahun konsisten memberdayakan perajin tenun dan mengangkat potensi lokal berbasis budaya. Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 Jabu Bonang di Sopo Partungkoan, Tarutung, Selasa (21/04/2026).

Momentum ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, komunitas, dan para pelaku budaya dalam melestarikan wastra khas Batak, khususnya ulos, sebagai identitas sekaligus sumber ekonomi masyarakat di kawasan .

Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa Jabu Bonang, yang diinisiasi oleh komunitas Tobatenun, telah menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya perempuan penenun di desa-desa tradisional.

“Keahlian menenun ulos adalah warisan luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Jabu Bonang hadir bukan hanya menjaga tradisi itu tetap hidup, tetapi juga mendorongnya berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menilai pendekatan yang dilakukan Jabu Bonang sangat komprehensif. Tidak hanya berfokus pada pelestarian teknik tenun tradisional, tetapi juga menyentuh aspek penting lain seperti peningkatan kapasitas ekonomi, literasi kesehatan perempuan, hingga pendidikan holistik bagi para perajin.

“Ini adalah bentuk pemberdayaan perempuan yang nyata. Para penenun tidak hanya diajarkan membuat ulos berkualitas, tetapi juga dibekali pemahaman ekonomi dan kesehatan. Dampaknya sangat besar bagi keluarga dan komunitas,” tambahnya.

Pemkab Taput, lanjutnya, sangat mendukung model pemberdayaan berbasis komunitas seperti yang dilakukan Jabu Bonang, karena terbukti mampu menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus menjaga identitas budaya lokal.

Perayaan HUT ke-6 Jabu Bonang juga dimeriahkan dengan peluncuran berbagai karya inovatif tenun ulos, serta pameran benang yang menggunakan pewarna alami. Inisiatif ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kembali teknik-teknik tradisional yang mulai langka, sekaligus mendorong praktik sustainable fashion atau fesyen berkelanjutan yang ramah lingkungan.

Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, pegiat budaya, perwakilan pemerintah daerah kawasan Danau Toba, serta ratusan perajin tenun dari berbagai desa.

Dengan semangat kolaborasi yang terus terjaga, Pemkab Taput berharap Jabu Bonang dapat terus menjadi motor penggerak lahirnya generasi penenun yang tidak hanya terampil, tetapi juga cerdas, sehat, dan mandiri secara ekonomi. (PS/EN)

Komentar Anda

Terkini: