POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL – Pagi itu, suasana di Masjid Nurul Iman, Desa Tarapung Raya, Kecamatan Muara Batangtoru, terasa berbeda. Rabu (22/4/2026) bukan sekadar hari biasa, melainkan momentum pertemuan hati ratusan Warga Jamaah BKMT yang datang membawa satu tujuan: menguatkan diri setelah masa sulit yang pernah mereka lalui.
Pengajian bulanan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang bekerja sama dengan BKMT Siti Khajar bukan hanya agenda rutin keagamaan. Di balik lantunan ayat suci dan nasyid sederhana, tersimpan energi kebersamaan yang perlahan menambal luka kolektif masyarakat pascabencana. Wajah-wajah yang dulu diliputi kekhawatiran kini mulai memancarkan harapan, seiring doa yang dipanjatkan bersama.
Kepala Desa Tarapung Raya, Rahmad Efendi Pulungan, menyampaikan dengan nada tulus bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni, melainkan awal dari mempererat kembali simpul-simpul sosial yang sempat renggang. Ia juga dengan rendah hati menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pelayanan, sebuah sikap yang justru menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan yang humanis.
Hal senada terasa dalam sambutan Camat Muara Batangtoru, Sonta Wardah Nasution SSTP. Beliau menekankan bahwa pengajian ini adalah yang pertama digelar pascabencana, sehingga memiliki makna emosional yang mendalam. Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya peran perempuan, tidak hanya sebagai penjaga keluarga, tetapi juga sebagai agen edukasi kesehatan, terutama dalam isu kesehatan reproduksi yang kerap luput dari perhatian.
Dari barisan jamaah, suara Ibu Sumiati, perwakilan BKMT, mengalir penuh empati. Ia mengajak masyarakat untuk tidak melupakan pengalaman pahit banjir yang pernah terjadi, tetapi menjadikannya sebagai pelajaran untuk lebih waspada, khususnya dalam menjaga keselamatan anak-anak. Pesan itu sederhana, namun terasa dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari warga.
Kehadiran Wakil Bupati Tapanuli Selatan, H. Jafar Syahbuddin Ritonga,MBA DBA bersama unsur Forkopimca dan pimpinan OPD antara lain Kadis Perindustrian Tapsel Zulfahmi dan Kadis DPMPTSP Dani Iskandar Harahap SE dan dari Bagian Kesejaheran Rakyat mempertegas bahwa pemulihan daerah tidak bisa berjalan sendiri. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa hampir seluruh kecamatan di Tapanuli Selatan terdampak bencana. Namun di tengah tantangan itu, pemerintah hadir membawa komitmen—mulai dari pemulihan sosial hingga penguatan ekonomi desa melalui program koperasi “Merah Putih” yang diharapkan mampu menggerakkan kembali roda kehidupan masyarakat.
Puncak kegiatan terasa saat tausiyah yang disampaikan Ustaz Makrub Harahap menggema di dalam masjid. Dengan bahasa yang sederhana namun menyentuh, ia mengingatkan bahwa akhlak adalah fondasi utama kehidupan. Tentang membalas kebaikan dengan kebaikan, bahkan dengan yang lebih baik, hingga tetap berbuat baik meski diperlakukan sebaliknya. Pesan yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan oleh setiap hati yang hadir.
Pengajian ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin. Ia menjelma menjadi ruang pemulihan batin, tempat di mana spiritualitas, kepedulian sosial, dan harapan bertemu dalam satu ikatan. Dari Masjid Nurul Iman, pesan sederhana itu mengalir: bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan dari sanalah Tapanuli Selatan perlahan bangkit, menata masa depan dengan lebih kokoh dan penuh makna.(PS/BERMAWI)


.jpg)
