Penjemputan Berbasis Edukasi di SMAN 1 Angkola Barat, Wujud Sinergi Sekolah, Orang Tua, dan Masyarakat”

/ Rabu, 15 April 2026 / 15.49.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPSEL — Kegiatan penjemputan siswa-siswi kelas XII Angkatan 20 SMAN 1 Angkola Barat yang dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026, berlangsung dengan penuh khidmat di aula terbuka sekolah. Momentum ini tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan formal selama tiga tahun, tetapi juga merepresentasikan fase transisi penting pasca pelaksanaan asesmen sekolah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sekolah, perwakilan Kapolsek Batangtoru melalui Kanit Binmas AIPDA Triono, pengurus komite sekolah, orang tua siswa, pengurus OSIS, serta tenaga kependidikan.



Secara konseptual, kegiatan penjemputan ini mencerminkan paradigma pendidikan berbasis kolaboratif yang menempatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat sebagai tiga pilar utama dalam membentuk karakter peserta didik. Penjemputan langsung oleh orang tua bukan hanya simbol seremonial, melainkan representasi pengembalian tanggung jawab pendidikan dari institusi formal kepada keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama dan utama. Hal ini sejalan dengan pendekatan pendidikan holistik yang menekankan kesinambungan peran antar pemangku kepentingan.



Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh qori dan qoriah siswa kelas XII, Abdal Sahidin dan Maulina Daulay. Nuansa religius yang dihadirkan dalam pembukaan kegiatan menjadi refleksi dari integrasi nilai-nilai spiritual dalam sistem pendidikan di sekolah tersebut. Dimensi spiritual ini dinilai penting dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan memiliki landasan moral yang kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan.



Dalam sambutannya, Ketua Komite Sekolah, Kopon Hutasuhut, menyampaikan apresiasi atas dedikasi pihak sekolah dalam membina siswa secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas karakter yang terbentuk. Sinergi antara guru dan orang tua, menurutnya, merupakan faktor kunci dalam mencetak generasi yang adaptif, berintegritas, dan mampu bersaing di era global.


Perwakilan siswa, Silvia Oktaviani Hasibuan, menyampaikan ungkapan haru dan terima kasih kepada seluruh tenaga pendidik atas bimbingan yang telah diberikan. Ia menilai bahwa pengalaman belajar selama tiga tahun tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk kedewasaan berpikir dan sikap. Senada dengan itu, Rafli Pangorean Siregar menegaskan bahwa dukungan orang tua dan kebersamaan antar siswa menjadi fondasi penting dalam perjalanan pendidikan mereka.



Dari sisi orang tua, Hafij Simamora menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru atas dedikasi dalam mendidik anak-anak mereka. Ia juga memberikan pesan moral kepada siswa agar tetap menghormati orang tua dan guru, serta tidak mudah menyerah dalam menghadapi kegagalan. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh satu jalur, melainkan oleh ketekunan dan kemampuan untuk terus berusaha dalam berbagai peluang yang tersedia.



Kegiatan ini juga diwarnai dengan penampilan tarian tradisional yang mencerminkan kreativitas siswa sekaligus upaya pelestarian budaya lokal. Selain itu, AIPDA Triono sebagai perwakilan Kapolsek Batangtoru menyampaikan pesan penting terkait ketertiban dan keselamatan. Ia mengapresiasi inisiatif sekolah dalam menyelenggarakan penjemputan berbasis edukasi sebagai langkah preventif untuk menghindari perilaku negatif pasca kelulusan, seperti konvoi kendaraan dan aksi Coret Coret baju.



Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Salamat Siregar, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pendidikan yang menitikberatkan pada pembentukan karakter secara menyeluruh. Ia menyampaikan bahwa sekolah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pengembangan kompetensi sosial, spiritual, dan keterampilan komunikasi seperti public speaking. Sebagai penutup, dilakukan pemberian medali kepada 21 siswa yang lulus melalui jalur SNBP dan SPAN-PTKIN, diikuti prosesi salaman sebagai simbol penghargaan dan pelepasan menuju masa depan yang lebih luas. (PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: