POSKOTASUMATERA COM- OGAN ILIR – Seorang pria berusia 25 tahun berhasil diamankan oleh jajaran Sat Res PPA & PPO Polres Ogan Ilir terkait dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap seorang perempuan.
Pelaku berinisial N (25), warga Kecamatan Indralaya Utara, diamankan pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB oleh Unit I Sat Res PPA & PPO Polres Ogan Ilir. Penangkapan dilakukan setelah sebelumnya pihak kepolisian menerima laporan dari korban atas peristiwa yang terjadi pada 5 Februari 2026.
Peristiwa tersebut terjadi di kediaman korban di wilayah Komplek Mandala, Kecamatan Indralaya Utara. Saat itu, korban yang sedang berada seorang diri di dalam kamar, didatangi pelaku yang kemudian melakukan aksi kekerasan seksual. Korban sempat melakukan perlawanan hingga mengalami luka pada bagian bibir akibat tindakan pelaku.
Beruntung, saat korban berteriak meminta pertolongan, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polres Ogan Ilir.
Setelah melalui serangkaian penyelidikan, petugas akhirnya berhasil mengamankan pelaku. Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dari tangan pelaku, polisi turut mengamankan barang bukti berupa pakaian milik korban yang digunakan saat kejadian.
Kasat Res PPA & PPO Polres Ogan Ilir, Iptu Nensy, menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas setiap pelaku kejahatan terhadap perempuan dan anak.
"Kami berkomitmen untuk memberikan perlindungan maksimal kepada korban serta menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku. Saat ini pelaku sudah kami amankan dan proses penyidikan terus berjalan hingga tahap pelimpahan ke jaksa," ujar Iptu Nensy.
Saat ini, Sat Res PPA & PPO Polres Ogan Ilir masih terus melengkapi berkas perkara serta berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna proses hukum selanjutnya.
Polres Ogan Ilir juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak.(PS/RUSLAN)
