Sinergi Siaga Bencana, Polres Aceh Tenggara dan Damkar Perkuat Kesiapan Hadapi Ancaman Alam

/ Rabu, 22 April 2026 / 09.13.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA — Gerak cepat ditunjukkan Polres Aceh Tenggara bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dengan menggelar kegiatan siaga bencana, Senin (20/4/2026). Kegiatan ini diklaim sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman banjir, kebakaran hutan, hingga angin puting beliung yang kerap menghantui wilayah tersebut.

Sejak pagi, personel Sat Samapta Polres Aceh Tenggara turun langsung bersama tim Damkar untuk mengenali sekaligus menguji fungsi peralatan penanggulangan bencana. Mulai dari baju tahan panas, APAR, selang air berbagai ukuran, hingga peralatan teknis lainnya diperkenalkan di lapangan.

Kasat Samapta Polres Aceh Tenggara, IPTU Pikkir Marpaung, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama Plt. Kabid Pemadam Kebakaran Aceh Tenggara, Sazali, S.E.

Dalam laporan resmi yang diterima, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman personel terhadap penggunaan alat di lapangan.

 “Personil mengetahui nama dan kegunaan peralatan serta mengetahui cara penggunaan peralatan yang akan dipergunakan dan peruntukkan fungsi peralatan,” kata Pikkir Marpaung kepada Poskotasumatra.com, Rabu (21/04/2026). 

Namun, di balik kegiatan itu, publik tentu berharap kesiapsiagaan ini tidak berhenti pada tataran formalitas semata. Mengingat, kondisi Aceh Tenggara yang rawan bencana membutuhkan respons cepat, bukan sekadar latihan rutin.

Plt. Kabid Pemadam Kebakaran Aceh Tenggara, Sazali, S.E., menegaskan kesiapan personel menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi darurat.

 “Kesiapan personel itu bukan hanya tahu alat, tapi bagaimana cepat dan tepat menggunakannya saat kondisi darurat. Kita tidak ingin ada keterlambatan saat masyarakat benar-benar membutuhkan,” tegas Sazali.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kepolisian dan Damkar agar penanganan bencana tidak berjalan sendiri-sendiri.

 “Koordinasi itu penting. Di lapangan, kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus saling mendukung agar penanganan bencana bisa maksimal,” tambahnya.

Meski demikian, masyarakat menanti bukti nyata di lapangan. Sebab dalam situasi bencana, yang dibutuhkan bukan sekadar kesiapan di atas kertas, melainkan tindakan cepat yang benar-benar dirasakan dampaknya oleh warga. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: