Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat itu turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, pengurus GAMKI Sumatera Utara, tokoh gereja, akademisi, para guru, serta ratusan pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Tapanuli Utara.
Dalam pelantikan tersebut, kepengurusan DPC GAMKI Tapanuli Utara periode 2026–2029 resmi dinakhodai oleh Ketua Edi Siburian, Sekretaris Imanuel Parhusip dan Bendahara Aknes Tiorida Purba.
Acara diawali dengan ibadah bersama yang kemudian dilanjutkan seminar kepemudaan bertema pembangunan karakter dan kesiapan generasi muda menghadapi era digitalisasi serta perubahan sosial yang sangat cepat.
Dalam pemaparannya, Bupati menyinggung fenomena “generasi strawberry”, istilah yang menggambarkan generasi muda masa kini yang dinilai kreatif, terbuka terhadap teknologi dan memiliki banyak ide inovatif, namun di sisi lain rentan terhadap tekanan sosial dan mental.
Menurut Bupati, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, keluarga, sekolah maupun lembaga keagamaan.
“Kita harus mampu adaptif dengan perkembangan zaman agar tidak terlupakan bahkan tersingkir. Generasi muda harus kreatif, inovatif dan memiliki karakter yang kuat,” ujar Bupati di hadapan peserta seminar.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara saat ini tengah memfokuskan pembangunan sumber daya manusia melalui pembentukan karakter generasi muda sejak dini.
Disiplin, tanggung jawab, mental tangguh serta semangat meraih prestasi disebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Bupati juga menyoroti meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi anak muda saat ini, mulai dari pengaruh negatif media sosial, pergaulan bebas, hingga tekanan psikologis akibat persaingan kehidupan modern.
Karena itu, menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya pintar secara akademik, tetapi juga harus memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kuat. “Ke depan, generasi muda harus memiliki mental yang siap menghadapi kemungkinan terburuk sehingga tidak mudah menyerah ataupun putus asa. Mental yang kuat menjadi modal utama menghadapi masa depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus membuka ruang bagi anak muda untuk aktif terlibat dalam pembangunan daerah, baik melalui organisasi kepemudaan, kegiatan sosial, pendidikan, ekonomi kreatif maupun pengembangan bakat dan inovasi.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sinergi bersama gereja dan tokoh rohaniawan guna membentuk generasi muda yang berintegritas dan memiliki nilai moral yang baik.
Sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan karakter berbasis keagamaan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bahkan berencana memberikan penghargaan kepada guru-guru sekolah minggu yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembinaan moral anak-anak.
“Pemerintah Tapanuli Utara menggandeng gereja dan para rohaniawan untuk membangun generasi muda yang brilian dan berkarakter. Guru sekolah minggu juga memiliki peran penting dalam pembentukan mental dan moral anak,” ungkapnya.
Seminar tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber lainnya, di antaranya ASN Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IX Doharta Hutabarat, Rektor Prof. Dr. Arnaldo Marulitua Sinaga, S.T., M.InfoTech serta Staf Khusus Ephorus HKBP Pdt. Dr. Frenky Napitupulu.
Para narasumber memberikan motivasi serta pandangan strategis mengenai pentingnya pendidikan, penguasaan teknologi, penguatan iman serta kepemimpinan generasi muda dalam menghadapi tantangan global.
Kegiatan pelantikan dan seminar GAMKI tersebut diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi muda Tapanuli Utara yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual, sosial dan emosional demi mendukung kemajuan daerah di masa mendatang. (PS/EN)
