Klarifikasi Pihak Sekolah dan Komite: Retakan Lantai SMPS Darul Ulum Dampak Banjir Bandang, Bukan Kerusakan Struktural

/ Jumat, 08 Mei 2026 / 20.36.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Menanggapi pemberitaan terkait kondisi lantai SMPS Darul Ulum Aceh Tenggara yang disebut mengalami retak pasca revitalisasi, pihak sekolah bersama Komite Sekolah memberikan klarifikasi bahwa kondisi tersebut tidak memengaruhi struktur bangunan maupun aktivitas belajar mengajar.

Kepala SMPS Darul Ulum, Suhardi, menjelaskan bahwa retakan yang terlihat merupakan dampak pasca bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tenggara pada 28 November 2025 lalu, dan bukan disebabkan oleh kegagalan konstruksi maupun kerusakan struktur bangunan sekolah.

“Banjir bandang di wilayah Aceh Tenggara pada tanggal 28 November lalu berdampak juga ke sekolah ataupun pesantren kita. Kondisi ini sudah kami laporkan kepada Direktorat Kementerian Pendidikan agar menjadi perhatian bersama. Retakan yang terlihat hanya pada bagian finishing lantai, bukan pada struktur utama bangunan, sehingga tidak membahayakan aktivitas belajar mengajar,” ujar Suhardi.

Ia menambahkan, pihak sekolah terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar penanganan dapat segera dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

Sementara itu, Ketua Komite SMPS Darul Ulum, Suharto, S.H menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena bangunan sekolah tetap aman digunakan.

“Setelah kami melihat langsung kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah, retakan yang ada hanya sebatas pada lapisan permukaan, bukan retak struktural yang membahayakan. Jadi jangan sampai informasi yang berkembang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” tegas Suharto kepada poskotasumatra.com, Jum'at (08/05/2026). 

Ia juga menambahkan bahwa pihak komite terus melakukan pengawasan dan memastikan adanya tindak lanjut dari pihak pelaksana proyek.

“Kami dari komite tentu sangat peduli terhadap kualitas pembangunan sekolah ini. Karena masih dalam masa pemeliharaan, kami meminta pihak pelaksana segera melakukan penyempurnaan pada bagian yang mengalami retak agar hasil revitalisasi benar-benar maksimal,” ujarnya.

Pihak sekolah turut memastikan bahwa pekerjaan revitalisasi masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga perbaikan terhadap bagian yang mengalami retak akan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

“Koordinasi sudah dilakukan dan pihak pelaksana siap menindaklanjuti. Yang terpenting, kondisi ini tidak mengganggu keamanan bangunan maupun proses belajar mengajar siswa,” tambah Suhardi.

Pihak sekolah dan komite berharap informasi yang disampaikan kepada publik tetap berimbang serta mengedepankan konfirmasi dari seluruh pihak agar masyarakat memperoleh gambaran utuh terkait kondisi sebenarnya di lapangan.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa retakan yang terjadi bukanlah indikasi kegagalan konstruksi, melainkan dampak teknis ringan pascabencana yang akan segera diperbaiki sesuai mekanisme yang berlaku. (PS/ASP)


Komentar Anda

Terkini: