Poskotasumatera.com | Tapanuli Utara – Bupati Tapanuli Utara, , melakukan kunjungan lapangan guna memastikan progres pembangunan Hunian Tetap (Huntap) dan meninjau kondisi Hunian Sementara (Huntara) di Kecamatan Adian Koting, Senin (11/05/2026).
Kunjungan diawali di Desa Dolok Nauli, lokasi pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak bencana. Dalam peninjauan tersebut, Bupati yang akrab disapa JTP menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mempercepat kesiapan hunian agar segera dapat ditempati.
Bupati JTP menginstruksikan Camat dan Kepala Desa agar menggerakkan budaya gotong royong di tengah masyarakat, khususnya dalam pembenahan pekarangan di kawasan Huntap.
“Kita ajak masyarakat untuk bergotong royong di lokasi ini. Pembenahan pekarangan menjadi tanggung jawab masing-masing calon penghuni unit tersebut. Semangat gotong royong ini sangat krusial demi percepatan kesiapan lokasi Huntap,” tegas Bupati JTP saat berdialog dengan jajaran di lapangan.
Selain mendorong keterlibatan masyarakat, Bupati juga meminta perangkat daerah teknis untuk lebih aktif melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan dukungan anggaran dan percepatan pembangunan fisik Huntap maupun Huntara dapat berjalan optimal.
Usai meninjau Huntap di Dolok Nauli, Bupati melanjutkan kunjungan ke Huntara di Desa Sibalanga. Di lokasi tersebut, Bupati berdialog langsung dengan warga yang telah menempati hunian sementara.
Dalam kesempatan itu, Bupati memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus berupaya melengkapi fasilitas penunjang agar warga merasa nyaman selama menempati Huntara.
“Semoga warga betah dan berbahagia menempati Huntara ini. Saat ini, kami sedang mengupayakan percepatan pembangunan agar statusnya segera menjadi hunian tetap, termasuk percepatan penyediaan sarana dan prasarana pendukung di lokasi ini,” ujarnya.
Kunjungan kerja tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menghadirkan solusi hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Kecamatan Adian Koting. (PS/EN)
