Pemkab Taput Kerahkan Tim Gabungan Cari Korban Hanyut Di Sungai Batang Toru

/ Rabu, 27 Mei 2026 / 08.09.00 WIB

 

Poskotasumatera.com-Taput ,-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bergerak cepat menangani musibah hanyutnya seorang warga di aliran Sungai Batang Toru, Kecamatan Sipoholon. Wakil Bupati Tapanuli Utara, , turun langsung meninjau proses pencarian korban bersama Kapolsek Sipoholon dan Koordinator Pos SAR Danau Toba Erikson Tarutung, Senin (25/05/2026).

Korban diketahui bernama A.B. Sihombing (53), warga Desa Hutapea Banuarea, yang dilaporkan hanyut terbawa arus deras Sungai Batang Toru pada Minggu (24/05/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Kehadiran Wakil Bupati di lokasi menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril bagi keluarga korban dan seluruh tim pencarian yang masih berjibaku di lapangan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu bermula ketika korban bersama rekannya, Luhut Pasaribu, pergi memancing ikan di kawasan Batu Hoda sekitar pukul 09.00 WIB. Lokasi tersebut dikenal memiliki arus sungai yang cukup deras dan medan berbatu licin. Saat sedang memancing, korban diduga terpeleset ke sungai dan langsung terseret arus deras. Rekannya tidak mampu memberikan pertolongan karena kondisi debit air yang tinggi dan arus yang sangat kuat.

Setelah kejadian tersebut, Luhut Pasaribu segera mendatangi keluarga korban untuk memberitahukan insiden yang terjadi. Kabar itu pun langsung diteruskan kepada aparat setempat dan pemerintah daerah guna melakukan upaya pencarian secepat mungkin.

Merespons laporan warga, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara langsung mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Basarnas, BPBD, aparat kecamatan, hingga relawan masyarakat untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Tim gabungan menyusun strategi pencarian dengan menyisir titik awal korban jatuh hingga aliran sungai di wilayah hilir yang dinilai berpotensi menjadi lokasi terbawanya korban.

Proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan di sekitar Sungai Batang Toru cukup ekstrem, dipenuhi bebatuan besar, jurang, serta arus sungai yang deras. Tim SAR dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan penyisiran darat di sepanjang bantaran sungai.

Selain itu, pencarian juga mendapat dukungan dari komunitas pecinta alam dan relawan setempat. Para relawan turut membantu melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone guna memperluas jangkauan pencarian di area-area yang sulit diakses secara langsung oleh petugas.

Di sela peninjauan, Wakil Bupati Tapanuli Utara turut menemui keluarga korban untuk memberikan dukungan dan penguatan moril agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut.

“Kami tadi bertemu dan melihat langsung kondisi keluarga korban. Mereka sangat berharap anggota keluarganya segera ditemukan. Saya berharap seluruh usaha dari tim Forkopimca, Basarnas, dan semua pihak yang terlibat dapat membuahkan hasil yang baik dan korban segera ditemukan,” ujar Dr. Deni P. Lumbantoruan.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh tim gabungan akan terus berupaya maksimal meski dihadapkan pada tantangan alam yang cukup berat dan berisiko tinggi.

“Kita harus tetap sabar dan terus berdoa agar korban dapat segera ditemukan. Walaupun medannya sulit, banyak batu-batu besar dan arus yang kuat, kita harus tetap berusaha semaksimal mungkin,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara turut mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, khususnya di kawasan yang memiliki arus deras dan bebatuan licin. Masyarakat diminta untuk selalu mengutamakan keselamatan guna menghindari terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

Hingga proses pencarian berlangsung, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik aliran Sungai Batang Toru dengan harapan korban dapat segera ditemukan. (PS/EN)

Komentar Anda

Terkini: