POSKOTASUMATERA.COM - MADINA - Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengapresiasi keberhasilan Polres Madina mengungkap ladang ganja seluas sekitar 3 hektare di Pegunungan Tor Sihite, Desa Rao-rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Sabtu (30/5/2026).
Namun demikian, organisasi kepemudaan tersebut mengingatkan agar upaya pemberantasan narkotika tidak hanya terfokus pada pengungkapan ladang ganja, melainkan juga terhadap jaringan dan bandar narkotika jenis sabu-sabu yang masih beroperasi di wilayah Madina.
Ketua PDPM Madina, Syahdenan Harahap, M.Pd, mengatakan pengungkapan ladang ganja merupakan langkah positif yang patut diapresiasi. Akan tetapi, menurutnya, masyarakat juga menantikan keberhasilan aparat penegak hukum dalam membongkar jaringan peredaran sabu hingga ke tingkat bandar besar.
"Yang kita pertanyakan adalah kapan bandar sabu-sabu di Madina ini bisa diungkap? Sebagai contoh, bagaimana perkembangan kasus pengedar di Desa Sidojadi, apakah bandar besarnya sudah berhasil ditangkap?" kata Syahdenan kepada wartawan, Minggu (31/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa penemuan ladang ganja di wilayah Madina bukanlah hal baru. Hampir setiap tahun, aparat gabungan dari berbagai instansi seperti BNN, BNNP Sumut, Polda Sumut, Polres Madina, hingga TNI menemukan dan memusnahkan ladang ganja di kawasan pegunungan Madina.
Karena itu, Syahdenan berharap keberhasilan pengungkapan ladang ganja juga diikuti dengan langkah-langkah konkret dalam memburu pelaku utama dan jaringan peredaran sabu yang dinilai lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Meski memberikan kritik dan masukan, Syahdenan menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah tetap mendukung penuh komitmen Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy dalam memberantas segala bentuk peredaran narkotika.
"Pemuda Muhammadiyah akan terus mendorong agar peredaran gelap narkoba, khususnya sabu-sabu, dapat diberantas tuntas sampai ke akar-akarnya," tegasnya.
Menurutnya, perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta generasi muda.
Ia juga mengajak para pemuda di Kabupaten Madina untuk berani mengambil sikap dalam melawan peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
"Siapa lagi kalau bukan kita yang menjaga masa depan anak bangsa ini? Kita harus berani melawan narkoba, jangan takut," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy memimpin langsung Operasi Anti Narkotika 2026 di kawasan Pegunungan Tor Sihite, Kecamatan Tambangan. Operasi tersebut dilakukan berdasarkan informasi masyarakat terkait keberadaan ladang ganja di wilayah tersebut.
Dari hasil operasi, petugas menemukan lahan ganja seluas sekitar 3 hektare yang diperkirakan ditanami sekitar 3.000 batang ganja siap panen.
Kapolres Madina AKBP Bagus Priandy menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bukti nyata komitmen Polres Madina dalam memerangi peredaran narkotika.
"Ini merupakan salah satu bukti nyata keseriusan Polres Mandailing Natal dalam memberantas narkoba. Kami akan terus memerangi segala bentuk peredaran narkotika yang dapat merusak generasi bangsa, khususnya di wilayah hukum kami," tegas Kapolres. (PS/210)

