POSKOTASUMATERA.COM-BATANGTORU — Keberadaan foto pejabat lama di lingkungan sekolah kembali menjadi perhatian publik. Di SMAN 1 Batangtoru, foto mantan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah XI, Dr. Tetti Mahrani Pulungan, disebut masih terpajang meskipun jabatan tersebut kini dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kacabdisdik Wilayah XI, Ahmad Dasuki Siregar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan masyarakat terkait ketertiban administrasi dan pembaruan identitas kelembagaan di lingkungan pendidikan.
Sorotan publik semakin menguat karena hingga kini foto Ahmad Dasuki Siregar belum terlihat terpasang di lingkungan sekolah tersebut. Dalam perspektif tata kelola pendidikan modern, pembaruan atribut pimpinan dinilai bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dari tertib administrasi dan representasi struktur organisasi yang berlaku.
Sekolah sebagai lembaga pendidikan juga dipandang memiliki tanggung jawab menjaga akurasi informasi yang tampil di ruang publik.
Dalam kajian manajemen kelembagaan, simbol organisasi seperti foto pejabat aktif memiliki fungsi representatif yang mencerminkan legitimasi kepemimpinan dan kesinambungan birokrasi. Pergantian pejabat di lingkungan pemerintahan pada dasarnya membawa konsekuensi administratif, termasuk penyesuaian dokumen, papan informasi, hingga atribut visual di institusi pendidikan. Karena itu, keterlambatan pembaruan simbol kelembagaan kerap menimbulkan persepsi kurang responsif terhadap dinamika organisasi.
Berdasarkan informasi yang berkembang di tengah masyarakat dan pemerhati pendidikan, foto Dr. Tetti Mahrani Pulungan masih terlihat di area sekolah, sementara jabatan Plt Kacabdisdik Wilayah XI saat ini telah dijalankan oleh Ahmad Dasuki Siregar. Nama Ahmad Dasuki Siregar sendiri diketahui aktif memimpin berbagai agenda pendidikan dan koordinasi sekolah di wilayah kerja Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI Sumatera Utara sepanjang tahun 2026.
Secara akademik dan administratif, pembaruan identitas kepemimpinan di lingkungan sekolah juga memiliki nilai edukatif bagi peserta didik. Hal ini mengajarkan pentingnya disiplin birokrasi, penghormatan terhadap mekanisme jabatan, serta budaya organisasi yang adaptif terhadap perubahan. Sekolah tidak hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pembelajaran praktik tata kelola institusi yang baik dan akuntabel.
Di sisi lain, publik tetap memberikan apresiasi terhadap kontribusi Dr. Tetti Mahrani Pulungan selama memimpin Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XI. Ia dikenal aktif mendorong peningkatan mutu pendidikan, penguatan digitalisasi sekolah, hingga membangun kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Padangsidimpuan. Kontribusi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam perkembangan dunia pendidikan di kawasan tersebut.
Namun demikian, penghormatan terhadap pejabat sebelumnya tetap harus dibedakan dengan kebutuhan administrasi yang berlaku saat ini. Pergantian foto pejabat di ruang resmi sekolah bukanlah bentuk menghapus jasa atau rekam jejak seseorang, melainkan bagian dari penyesuaian kelembagaan agar informasi yang ditampilkan kepada siswa, guru, dan masyarakat tetap relevan serta sesuai dengan struktur organisasi terkini.
Masyarakat berharap pihak SMAN 1 Batangtoru segera melakukan pembaruan atribut kepemimpinan tersebut demi menjaga profesionalisme dan ketertiban administrasi di lingkungan pendidikan. Dengan langkah yang cepat dan bijaksana, sekolah diharapkan terus menjadi institusi pendidikan yang menjunjung tinggi disiplin tata kelola, transparansi, serta mampu menjadi teladan dalam penerapan budaya organisasi yang modern dan bertanggung jawab.(PS/BERMAWI)
