Rihlah Tarbawiyah Santri Pesantren Modern Misbahul Ulum, Menelusuri Warisan Kejayaan Islam Samudra Pasai

/ Selasa, 19 Mei 2026 / 11.50.00 WIB

Santri Misbahul Ulum 

POSKOTASUMATRA .COM|ACEH UTARA — Dalam upaya memperkuat wawasan sejarah Islam dan membentuk karakter santri yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, santri kelas IX Pesantren Modern Misbahul Ulum melaksanakan kegiatan Rihlah Tarbawiyah ke Museum Islam Samudra Pasai dan Makam Sultan Malikussaleh pada Senin, 18 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat dan edukatif tersebut menjadi bagian dari program pembelajaran luar kelas yang mengedepankan metode collaborative teaching atau pembelajaran kolaboratif. Melalui metode ini, para santri tidak hanya mendapatkan ilmu secara teori di ruang kelas, tetapi juga memahami langsung sejarah dan peradaban Islam melalui kunjungan ke situs-situs bersejarah.

Sejak pagi hari, para santri tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan seremonial pelepasan yang dipimpin oleh pihak pesantren bersama majelis guru. Dalam arahannya, para guru menekankan pentingnya menjaga adab selama perjalanan sekaligus mengambil hikmah dari sejarah perjuangan para ulama dan sultan terdahulu.

Setelah acara pelepasan, rombongan santri bersama para guru pendamping berangkat menuju Museum Islam Samudra Pasai yang menjadi salah satu pusat sejarah penting perkembangan Islam di Aceh dan Nusantara. Setibanya di lokasi, para santri disambut hangat oleh Humas Museum, Bapak Sarjan, beserta tim pemandu sejarah yang kemudian mengarahkan rombongan untuk mengenal berbagai koleksi peninggalan Kesultanan Samudra Pasai.

Dalam sesi pemaparan sejarah, para santri diperkenalkan dengan perjalanan berdirinya Kesultanan Samudra Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di Asia Tenggara. Mereka juga mendapatkan penjelasan mengenai peran strategis Samudra Pasai dalam perdagangan internasional, penyebaran dakwah Islam, hingga hubungan diplomatik dengan berbagai kerajaan Islam di dunia pada masa lampau.

Berbagai koleksi sejarah seperti batu nisan kuno, manuskrip Islam, mata uang kerajaan, serta artefak peninggalan masa kesultanan menjadi perhatian tersendiri bagi para santri. Tidak sedikit dari mereka yang aktif bertanya kepada pemandu sejarah terkait perkembangan Islam di Aceh serta perjuangan para ulama dalam mempertahankan syariat Islam di masa silam.

Museum makam sultan Maluku saleh

Usai mengunjungi museum, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makam Sultan Malikussaleh, pendiri Kesultanan Samudra Pasai yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam Nusantara. Di lokasi tersebut, para santri diajak untuk mengenang perjuangan Sultan Malikussaleh dalam membangun peradaban Islam serta menyebarkan ajaran Islam dengan penuh kebijaksanaan.

Suasana haru dan penuh penghormatan terasa ketika para santri bersama guru pendamping memanjatkan doa di area makam. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pembelajaran spiritual agar para santri dapat meneladani semangat perjuangan, kepemimpinan, dan keteguhan para pendahulu Islam.

Samudra pase 

Pihak Pesantren Modern Misbahul Ulum menyampaikan bahwa kegiatan Rihlah Tarbawiyah ini diharapkan mampu menanamkan rasa cinta terhadap sejarah Islam serta memperkuat identitas generasi muda Muslim yang berakhlak dan berilmu.

“Pembelajaran sejarah tidak cukup hanya dipelajari melalui buku. Dengan melihat langsung situs sejarah Islam, para santri akan lebih mudah memahami perjuangan ulama dan pentingnya menjaga warisan peradaban Islam,” ujar salah satu guru pendamping.

Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan ini juga bertujuan mempererat ukhuwah antar santri, melatih kedisiplinan, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab selama mengikuti kegiatan di luar lingkungan pesantren.

Kegiatan Rihlah Tarbawiyah tersebut berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat. Para santri mengaku mendapatkan pengalaman berharga serta wawasan baru tentang sejarah Islam di Aceh yang selama ini hanya mereka pelajari di dalam kelas.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, Pesantren Modern Misbahul Ulum kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memahami sejarah, budaya, dan nilai-nilai perjuangan Islam sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.(PS|IMAM)

Komentar Anda

Terkini: