POSKOTASUMATERA.COM-TAPSEL — SLBN Angkola Timur resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan dan sekitarnya. Sekolah yang berlokasi di Jalan Sipirok, Desa Marisi, Dusun Janji Raja, Kecamatan Angkola Timur tersebut terus berkomitmen menghadirkan layanan pendidikan yang adaptif, humanis, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh.
Kepala sekolah, Ibu Nuryaningsih, S.Pd M.Pd didampimgi Wakasek Ibu Kristiani Sri Dewi dan Ketua Ketua KKG SLBN Angkola Timur menjelaskan bahwa SLBN Angkola Timur tidak hanya menerima siswa reguler harian, tetapi juga menyediakan fasilitas asrama bagi peserta didik yang berasal dari daerah dengan keterbatasan akses transportasi. Kehadiran layanan asrama dinilai menjadi solusi penting dalam menjawab tantangan pemerataan pendidikan bagi ABK yang selama ini terkendala jarak tempuh, kondisi geografis, dan minimnya sarana transportasi menuju sekolah.
Menurutnya, sistem pembinaan berbasis asrama memiliki nilai strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif, aman, dan terarah. Selain mendukung kontinuitas proses pembelajaran, pola pendidikan tersebut juga membantu membangun karakter, kedisiplinan, serta kemandirian peserta didik dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pendekatan ini sejalan dengan konsep pendidikan khusus modern yang menempatkan aspek sosial dan emosional sebagai bagian penting dalam tumbuh kembang anak.
Namun demikian, pengelolaan asrama masih menghadapi sejumlah tantangan. Hingga saat ini, SLBN Angkola Timur belum memiliki pembina asrama tetap karena keterbatasan dukungan anggaran operasional. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah menerapkan sejumlah penyesuaian, termasuk memprioritaskan siswa yang telah memiliki kemampuan dasar dalam kemandirian pribadi, khususnya terkait aktivitas buang air besar (BAB) dan buang air kecil (BAK).
Pihak sekolah juga mengharapkan keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung kebutuhan anak selama tinggal di asrama. Orang tua diminta membantu menyediakan perlengkapan pribadi serta kebutuhan harian lainnya, termasuk bahan makanan, guna memastikan kenyamanan dan keberlangsungan pembinaan peserta didik selama mengikuti proses pendidikan di lingkungan sekolah.
Dalam perspektif ilmiah pendidikan inklusif, keberadaan fasilitas asrama di sekolah luar biasa memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan interaksi sosial siswa. Lingkungan yang terstruktur memungkinkan peserta didik memperoleh pendampingan lebih intensif, sekaligus membantu mereka beradaptasi secara bertahap terhadap pola kehidupan mandiri. Model pembelajaran seperti ini juga dinilai efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi sosial ABK.
Selain memperkuat layanan pendidikan, SLBN Angkola Timur turut membangun kolaborasi dengan masyarakat dalam penyediaan transportasi siswa. Karena keterbatasan armada sekolah, layanan antar jemput dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga sekitar. Dalam praktiknya, siswa memberikan uang minyak kepada pengemudi sebagai bentuk partisipasi terhadap layanan transportasi tersebut. Kolaborasi antara sekolah dan masyarakat itu menjadi cerminan tingginya kepedulian sosial terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus di Tapanuli Selatan.
Dengan dibukanya SPMB Tahun Ajaran 2026/2027, SLBN Angkola Timur berharap semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh akses pendidikan yang layak, setara, dan bermartabat. Di tengah berbagai keterbatasan fasilitas dan anggaran, komitmen sekolah bersama dukungan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pendidikan inklusif yang berkelanjutan, sehingga setiap anak memiliki kesempatan berkembang sesuai potensi dan kemampuan yang dimiliki.(PS/BERMAWI)
