Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Akses TPA Aceh Tenggara Bikin Warga Was-Was Saat Hujan

/ Minggu, 17 Mei 2026 / 14.13.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Kondisi jembatan penghubung antara Desa Kampung Selamat dan Desa Lawe Serke, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, kini menjadi perhatian masyarakat lantaran kondisinya dinilai memprihatinkan dan membutuhkan penanganan serius dari dinas terkait.

Jembatan yang menjadi akses vital bagi aktivitas warga sehari-hari itu disebut sudah cukup lama belum mendapat perbaikan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna jalan yang melintas.

Sejumlah warga mengaku was-was saat melintasi jembatan tersebut, terutama ketika hujan turun dan kondisi permukaan jalan menjadi licin.

Salah seorang warga Desa Kampung Selamat yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa khawatir setiap kali melintasi jembatan itu.

“Jembatan ini sudah lama tidak pernah diperbaiki. Kalau melintas saat hujan turun, saya pribadi merasa takut karena kondisinya licin dan terlihat sudah banyak bagian yang butuh perhatian serius,” ujarnya kepada poskotasumatra.com, Minggu (17/05/2026). 

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman.

“Ini jalur utama masyarakat. Kalau terus dibiarkan, kami khawatir suatu saat bisa membahayakan pengguna jalan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Ketua DPD LSM Penjara, Pajri Gegoh Selian, menegaskan bahwa jembatan tersebut memiliki fungsi strategis sehingga perbaikannya tidak bisa ditunda.

Menurut Pajri, jembatan tersebut bukan hanya digunakan masyarakat umum, tetapi juga merupakan akses utama kendaraan operasional pengangkut sampah milik pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Jembatan ini merupakan akses kendaraan pembuangan sampah milik Pemda melalui DLHK. Letaknya tepat berada di depan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Aceh Tenggara. Artinya, selain dilalui masyarakat, jembatan ini juga menopang aktivitas operasional pemerintah setiap hari,” tegas Pajri.

Ia menilai, jika kondisi jembatan terus dibiarkan tanpa perbaikan, maka bukan hanya berpotensi membahayakan masyarakat, tetapi juga dapat menghambat operasional pengangkutan sampah.

“Kalau sampai akses ini terganggu, tentu akan berdampak pada pelayanan kebersihan daerah. Karena itu kami meminta dinas terkait segera turun ke lapangan dan mengambil langkah konkret sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” lanjutnya.

Pajri menegaskan, sebagai jalur penunjang aktivitas masyarakat sekaligus akses menuju TPA, jembatan tersebut sudah seharusnya menjadi prioritas perhatian pemerintah daerah.

Masyarakat berharap dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara segera melakukan survei lapangan serta mengalokasikan anggaran perbaikan agar akses penghubung Desa Kampung Selamat–Lawe Serke tetap aman dan layak dilalui.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi terkait guna memperoleh tanggapan resmi terkait kondisi jembatan tersebut. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: