Tolak Perundungan, SMPN 1 Padangsidimpuan Gaungkan Semangat “Marsialap Ari”

/ Selasa, 05 Mei 2026 / 18.14.00 WIB

Kepala SMPN 1 Padangsidimpuan Batras M.Pd Buka Acara Soaialisasi anti-bullying

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Upaya penguatan pendidikan karakter kembali ditegaskan oleh SMP Negeri 1 Padangsidimpuan melalui kegiatan sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan pada Selasa, 4 Mei 2026, di aula lantai II sekolah. Mengusung tema kearifan lokal “Marsialap Ari di Sekolah: Tolong-Menolong, Bukan Menjatuhkan”, kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan berempati.


Secara konseptual, perundungan atau bullying merupakan fenomena sosial yang memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis, emosional, dan akademik peserta didik. Oleh karena itu, pendekatan preventif melalui edukasi dan internalisasi nilai-nilai sosial menjadi sangat penting. Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Komte Sekolah, perwakilan pengurus kelas, Pengurus OSIS, serta mahasiswa PPL dan PPG dari Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, yang menunjukkan adanya sinergi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem pendidikan berbasis karakter.


Kepala SMP Negeri 1 Padangsidimpuan, Batras,M.Pd  dalam sambutannya menegaskan bahwa bullying bukan sekadar tindakan kenakalan remaja, melainkan bentuk kekerasan sosial yang dapat menghambat perkembangan individu secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang aman (safe space) yang mendukung proses belajar mengajar secara optimal tanpa tekanan psikologis.


Sebagai implementasi nyata dari nilai-nilai yang disosialisasikan, seluruh peserta kegiatan mendeklarasikan komitmen anti-bullying. Deklarasi tersebut mencakup penolakan terhadap segala bentuk perundungan, penghargaan terhadap keberagaman, serta keberanian untuk tidak menjadi pelaku maupun penonton pasif. Selain itu, siswa juga didorong untuk berani melaporkan tindakan bullying serta aktif menciptakan suasana sekolah yang saling menghormati. Komitmen ini dipimpin oleh Ketua OSIS sebagai motor penggerak budaya positif di lingkungan sekolah.

Dr.Hasian Romadon Tanjung S.Pd M.Pd  dosen IPTS Padangsidimpuan Menjelaskan Kepada Siswa Sisiwi SMPN 1 Padangsidimpuan Damlak bullying

Kegiatan ini semakin diperkuat dengan pemaparan ilmiah dari Dr. Hasian Romadon Tanjung S.Pd M.Pd  dosen IPTS Padangsidimpuan  yang menjelaskan dampak bullying dari perspektif psikologi pendidikan. Ia menguraikan bahwa korban perundungan berisiko mengalami gangguan kecemasan, penurunan kepercayaan diri, hingga hambatan dalam perkembangan sosial. Dalam sesi tersebut, peserta juga disuguhkan video edukatif yang menggambarkan pentingnya menciptakan sekolah sebagai ruang yang ramah dan mendukung tumbuh kembang siswa secara holistik.


Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional 2026 yang mengusung tema partisipasi semesta. Pendidikan yang berkualitas tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari sekolah, keluarga, perguruan tinggi, hingga masyarakat luas dan Media. Pendekatan kolaboratif ini diyakini mampu memperkuat karakter generasi muda secara berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, SMP Negeri 1 Padangsidimpuan berharap setiap siswa dapat berperan sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah. Pengurus kelas dan OSIS diharapkan mampu mentransformasikan nilai-nilai anti-bullying kepada teman sebaya, sehingga terbentuk budaya sekolah yang positif dan berkelanjutan.


 Dengan komitmen bersama, sekolah ini terus berupaya menghadirkan ekosistem pendidikan yang humanis, inklusif, serta berorientasi pada pembentukan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter dan sosial.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: