POSKOTASUMATERA.COM-DELISERDANG-Hal ini disampaikan sesorang Diduga Anggota TNI AL melalui telpon whatsapp kepada Irwansyah Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Medan, saat dirinya beserta anggota berada di lokasi bangunan di lahan Garapan PTPN Jalan Veteran Pasar VIII, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deliserdang.
BACA JUGA :
1. SP3 Penyidik Diduga Tak Sesuai SoP,
2. Kecewa Laporannya Dihentikan Penyidik Reskrim Polres Pelabuhan Belawan,
Seseorang yang Diketahui berinisial YSP, mengaku sebagai utusan dari Assintel TNI AL tersebut meminta dengan mengancam agar Tim Wartawan tidak lagi datang ke lokasi bangunan karena, pemilik bangunan sudah bekerja sama dengan Primkopal.
Dalam pembicaraan di telpon," Atas perintah dari Assintel, Ultimatum Iwan Ginting hari ini terakhir datang ke lokasi karena, jika besok besok masih datang, maka akan dibuatkan LP karena masuk ke lahan tanpa izin dan penyerobotan lahan.Aku cuma nyampaikan aja kalau gak kusampaikan aku salah ya kan" jelas YSP ke Iwan.
Kehadiran Tim Wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Medan di sana, atas perintah dari Octo Bermand Simanjuntak selaku Penasehat untuk melihat anggotanya bekerja memasang seng di atas tanah yang dulunya sempat dibangunnya rumah dan pondasi.
Namun, karena bangunannya di rusak maka Octo Bermand Simanjuntak sejumlah orang Diduga suruhan Suharto Wijaya karena saat melakukan perusakan, Christopher wiliam anak Suharto Wijaya ikut berada di sana.
Sejak perkara itulah, Suharto Wijaya beserta anaknya menyewakan lokasi tanah harapan tersebut kepada salah satu pengusaha mini market sehingga, pihak mini market menutup pondasi bangunan yang pernah dibangun Octo Bermand Simanjuntak.
Oleh karena itu, Octo Bermand Simanjuntak mengutus Tim Wartawan untuk melihat dan mengawasi pekerjanya yang akan mendirikan Bangunan seng di batas yang dahulu pernah dibangunnya pondasi.
Diketahui adanya bangunan pondasi tersebut, juga diakui oleh Risman(Mandor) bahwa memang ada pondasi di area itu yang telah di timbun mereka karena akan dibangun sebuah mini market serta, Risman tanpa ragu menunjukan batas pondasi itu ke Tim Wartawan.
Merasa Timnya masuk tidak sembarangan, Irwansyah mencoba menjelaskan bahwa dirinya dan Tim masuk dengan permisi dan tidak ada menggangu atau menghentikan para pekerja yang sudah ada dan hadir di sana secara kekeluargaan dan duduk bersama dengan pemborong bangunan, Mandor dan juga hadir Kepala Disini (Kadus) 6 di sana.
Meski tidak tau adanya keterlibatan Assintel TNI AL di Tanah Garapan, patut diduga bahwa Suharto Wijaya bukan warga yang sembarangan atau lebih tren saat sekarang ini disebut bukan kaleng-kaleng.Hal ini jelas terlihat dari Laporan Octo Bermand Simanjuntak di SP3, hingga kerjasama dengan TNI AL dan bisa menurunkan Petugas Reskrim Polres Pelabuhan Belawan ke lokasi tanah garapan yang pernah juga dilaporkan oleh Octo Bermand Simanjuntak.
Mirisnya, informasi yang diterima dari Rahman penjaga malam di sana, sebanyak 6 orang tiba tiba datang ke lokasi bangunan mengaku atas perintah Suharto Wijaya mencopot bangunan seng yang didirikan Octo Bermand Simanjuntak di atas pondasi yang telah didirikannya itu.
"tadi malam itu bang datang 6 orang ke lokasi dan mengaku suruhan Suharto Wijaya karena sempat video call mereka di depan saya, dan mencabuti seng dan kayu penyanggahnya," ungkap Rahman melalui seluler Whatsapp kepada awak media.
" Dalam waktu dekat ini, kita akan konfirmasi masalah ini ke Dankodaeral 1 terkait fungsi TNI AL berada di lokasi banguanan yang berada di tanah garapan," tutur Iwan Ginting.
Masih Kata Iwan Ginting," kalau masalah perusakan tadi malam yang dilakukan oleh orang orang suruhan tersebut , biar Pak Octo saja yang bertindak," tuntasnya.(PS/RED)
