Alwanul Amjad: Mahasiswa harus Menjadi Penyampai Kebenaran, Bukan Penguat Narasi yang Belum Teruji

/ Selasa, 30 Juni 2026 / 16.32.00 WIB
Alwanul Amjad | Pengamat Sosial dan Politik 

POSKOTASUMATERA.COM  | ACEH BARAT DAYA  -- Pengamat sosial dan politik Aceh Barat Daya, Alwanul Amjad, menyayangkan munculnya pernyataan yang disampaikan oleh salah seorang mahasiswa terkait kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya. Menurutnya, setiap kritik dalam negara demokrasi merupakan hal yang sah, namun harus lahir dari kajian yang matang, bukan sekadar membangun opini di ruang publik.

Alwanul mengatakan, posisi mahasiswa sebagai kaum intelektual menuntut adanya tanggung jawab moral dalam setiap pernyataan yang disampaikan. Oleh karena itu, kritik seharusnya mampu memberikan solusi, didukung data yang valid, serta mempertimbangkan kondisi objektif yang sedang dihadapi daerah.

"Mahasiswa bukan hanya dituntut berani berbicara, tetapi juga harus mampu mempertanggungjawabkan setiap pernyataannya secara akademis. Jangan sampai kritik kehilangan nilai karena tidak didukung fakta yang kuat," ujar Alwanul Amjad kepada Poskota Selasa 30 Juni 2026.

Menurut Alwanul, narasi yang berkembang belakangan ini justru menimbulkan kesan bahwa terdapat pengaruh kepentingan tertentu yang berusaha membentuk opini publik melalui suara mahasiswa. Ia berharap mahasiswa tetap menjaga independensi dan tidak membiarkan idealismenya dipengaruhi oleh kepentingan politik kelompok mana pun.

"Ketika mahasiswa menyampaikan pendapat, masyarakat akan menganggap itu sebagai suara intelektual. Karena itu, independensi harus dijaga agar kepercayaan publik terhadap mahasiswa tetap terpelihara," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pemerintahan daerah yang baru berjalan tidak dapat diukur hanya dari satu atau dua isu yang berkembang. Penilaian terhadap kinerja pemerintah harus dilakukan secara menyeluruh dengan melihat berbagai program yang telah direalisasikan maupun yang sedang dalam proses pelaksanaan.

Alwanul mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan ruang demokrasi yang sehat, di mana kritik disampaikan secara santun, objektif, dan disertai solusi. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang biasa, namun jangan sampai perbedaan tersebut justru memecah persatuan masyarakat Abdya.

"Jika ada kebijakan yang dianggap keliru, sampaikan dengan argumentasi, data, dan solusi. Itulah tradisi intelektual yang seharusnya dijaga oleh mahasiswa. Jangan sampai ruang akademik kehilangan marwahnya karena lebih mengedepankan opini daripada kajian ilmiah," tutup Alwanul Amjad. (PS | DAMRY)

Komentar Anda

Terkini: