POSKOTASUMATERA.COM - Asahan – Kesenjangan kondisi sarana pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Kabupaten Asahan kembali menjadi sorotan.
Di tengah megahnya sejumlah bangunan sekolah di perkotaan, masih terdapat sekolah di pedesaan yang kondisinya memprihatinkan dan membahayakan keselamatan siswa.
Salah satunya terjadi di UPTD SD Negeri 015893 yang hingga kini mengalami kerusakan berat pada sejumlah ruang kelas dan bangunan pendukung sekolah.
Kepala UPTD SD Negeri 015893, Hamidah, mengatakan kerusakan bangunan mulai terjadi sejak tahun 2020.
Ia menjelaskan, awalnya kerusakan hanya terjadi pada satu ruang kelas, namun karena tidak adanya perbaikan, kerusakan terus meluas ke beberapa ruangan lainnya.
"Bermula dari hanya satu ruang kelas yang mengalami kerusakan. Namun karena tidak ada penanganan, kondisi tersebut semakin parah dan meluas ke sejumlah ruang kelas lainnya," ujarnya. Minggu, (21/6/2026).
Tidak hanya ruang kelas, bangunan perpustakaan sekolah juga mengalami kerusakan.
Hamidah menambahkan, sejak dibangun, perpustakaan tersebut disebut tidak pernah dilengkapi sarana pendukung seperti koleksi buku maupun fasilitas lainnya, sehingga kondisinya kini turut memprihatinkan.
Ironisnya, selama hampir enam tahun sekolah tersebut belum pernah mendapatkan bantuan rehabilitasi, baik dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
"Kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap dan plafon yang sudah rapuh akibat usia bangunan," ketusnya.
Pihak sekolah mengaku telah berulang kali menyampaikan laporan kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada tindak lanjut maupun perbaikan.
Meski kondisi bangunan dinilai membahayakan, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan di ruang kelas yang rusak.
Para guru terpaksa mengajar dengan rasa khawatir karena sewaktu-waktu plafon dapat roboh dan membahayakan siswa.
"Bahkan saat hujan turun, air kerap masuk ke dalam ruang kelas sehingga siswa harus berpindah tempat untuk melanjutkan proses belajar," pungkas Hamidah.
Penggiat pendidikan sekaligus jurnalis senior Asahan, Ferry Matondang, menilai kondisi tersebut merupakan potret buram dunia pendidikan di Kabupaten Asahan yang harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Bagaimana proses belajar mengajar dapat berjalan efektif jika siswa dan guru berada dalam rasa takut.
Kondisi bangunan yang rusak parah ini sangat mengganggu kegiatan belajar dan sewaktu-waktu dapat membahayakan keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan, khususnya di wilayah pedesaan, agar seluruh anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan aman, tegas Ferry.
(PS/Joko)
