POSKOTASUMATERA.COM – DAIRI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam upaya mendorong kemajuan sektor pertanian, khususnya komoditas kopi yang selama ini menjadi salah satu andalan daerah. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Dairi Vickner Sinaga dan Wakil Bupati Wahyu Daniel Sagala dengan Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan di Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si., yang berlangsung di Pendopo Bupati Dairi, Senin malam (20/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi termasuk dengan Pemkab Pakpak Bharat itu membahas berbagai peluang program dan bantuan dari Kementerian Pertanian yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat sektor pertanian dan perkebunan di kedua kabupaten secara khusus Kabupaten Dairi.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Abdul Roni Angkat menawarkan sejumlah program strategis kepada Kabupaten Dairi. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah dukungan pembibitan kopi untuk areal seluas 2.500 hektare. Namun demikian, program tersebut harus diawali dengan proses sertifikasi bagi petani penangkar kopi agar bibit yang dihasilkan memenuhi standar dan kualitas yang ditetapkan pemerintah.
Roni Angkat menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan sektor perkebunan tidak dapat dilepaskan dari perencanaan yang matang dan terukur. Menurutnya, setiap program harus dipersiapkan dengan baik agar mampu memberikan hasil yang optimal bagi masyarakat.
“Kalau ingin melakukan sesuatu, harus diawali dengan perencanaan yang tepat. Jangan sampai kesempatan yang ada tidak dapat dimanfaatkan karena persiapan yang kurang matang,” ujar Roni Angkat.
Ia juga menyoroti pentingnya pemenuhan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) kopi yang menjadi salah satu syarat dalam memperoleh dukungan program dari Kementerian Pertanian. Saat ini, Kabupaten Dairi masih perlu melengkapi sekitar 450 hektare lagi dari total kebutuhan 1.200 hektare yang ditargetkan, dengan batas waktu pemenuhan hingga 31 Juli 2026.
Untuk mempercepat proses tersebut, Roni Angkat menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Dairi berkonsultasi dan berkoordinasi secara intensif dengan Yus Haryanto selaku Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Medan.
Selain itu, ia juga menitipkan pesan agar organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Dairi lebih proaktif dalam menangkap peluang program yang tersedia di tingkat pusat.
“Program-program
di Kementerian Pertanian sangat banyak dan terbuka untuk daerah. Karena itu,
saya berharap OPD terkait di Kabupaten Dairi lebih aktif membangun komunikasi
dan mengambil bagian dalam berbagai program yang ada sehingga manfaatnya dapat
dirasakan langsung oleh masyarakat,” pesannya.
Menanggapi berbagai
tawaran dan arahan tersebut, Bupati Dairi Vickner Sinaga menyampaikan apresiasi
dan menyambut baik perhatian yang diberikan Kementerian Pertanian kepada
Kabupaten Dairi. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera
menindaklanjuti seluruh peluang program tersebut melalui dinas-dinas terkait
agar dapat direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan
kesejahteraan petani.
“Kami
menyambut baik berbagai program dan bantuan yang ditawarkan oleh Kementerian
Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan. Ini merupakan peluang besar
bagi Kabupaten Dairi untuk mempercepat pembangunan sektor perkebunan, khususnya
kopi. Kami akan segera menindaklanjutinya melalui OPD terkait agar seluruh
persyaratan dapat dipenuhi dan program-program tersebut dapat berjalan dengan
baik di Dairi,” kata Vickner Sinaga.
Sementara itu,
Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala menyatakan dukungannya terhadap
langkah-langkah percepatan yang akan dilakukan pemerintah daerah serta
berterimakasih atas perhatian melalui program yang disampaikan Kementerian Pertanian.
Pertemuan
tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara
Pemerintah Kabupaten Dairi dan Kementerian Pertanian RI, khususnya dalam
mendorong peningkatan produktivitas perkebunan kopi, penguatan kapasitas
petani, serta perluasan akses terhadap berbagai program strategis pemerintah
pusat.
Dengan potensi
kopi yang dimiliki dan dukungan program dari pemerintah pusat, Kabupaten Dairi
optimis dapat semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil
kopi unggulan di Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui
pembangunan perkebunan yang terencana, konsisten, dan berkelanjutan.
Turut Hadir dalam pertemuan ini, Bupati dan Wakil Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor dan Mutsyuhito Solin, Asisten Perekonomian, Junihardi Siregar, Kadis DPKPP, Kesti Rusda Angkat, dan jajaran, Kadis Perindagkop, Fatimah Boang Manalu serta undangan lainnya. (PS/K.TUMANGGER).

