Bupati Gus Irawan Tekankan Seleksi BCKS Bukan Formalitas, 250 Guru Tapsel Berjuang Wujudkan Sekolah yang Lebih Baik

/ Rabu, 24 Juni 2026 / 21.28.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – PADANGSIDIMPUAN – Ratusan guru dari berbagai pelosok Kabupaten Tapanuli Selatan tampak memenuhi Aula SMK Negeri 2 Padangsidimpuan sejak pagi. Dengan wajah penuh semangat dan harapan, sebanyak 250 guru jenjang SD dan SMP mengikuti Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 23 hingga 25 Juni 2026. Bagi mereka, seleksi ini bukan sekadar tahapan administrasi, melainkan kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam memajukan pendidikan di daerah.


Suasana penuh optimisme terasa ketika Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, membuka kegiatan tersebut. Di hadapan para peserta, ia menegaskan bahwa seleksi calon kepala sekolah tidak boleh dianggap sebagai formalitas. Menurutnya, kepala sekolah merupakan sosok yang memiliki pengaruh besar dalam menentukan kualitas pendidikan, membangun karakter siswa, serta menciptakan lingkungan belajar yang mampu melahirkan generasi unggul.


“Posisi kepala sekolah sangat penting. Maju mundurnya sekolah sangat ditentukan oleh kepala sekolah. Karena itu proses seleksi ini harus dijalani dengan sungguh-sungguh dan tidak boleh dianggap sebagai formalitas semata,” tegas Gus Irawan yang disambut antusias para peserta.


Bagi sebagian guru yang hadir, seleksi ini menjadi momentum untuk mewujudkan cita-cita yang selama ini mereka perjuangkan di ruang-ruang kelas. Bertahun-tahun mengajar, mendampingi siswa menghadapi berbagai tantangan, hingga berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran dengan segala keterbatasan, kini mereka berkesempatan memperluas pengabdian melalui peran sebagai pemimpin sekolah.

Bupati H.Gus Irawan Pasaribu Membuka  Kegiatan Seleksi BCKS Di Aula SMKN 2 Padangsidimpuan

Dalam arahannya, Bupati juga menyoroti masih adanya tantangan pendidikan di Tapanuli Selatan, terutama terkait kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung yang belum optimal pada sebagian peserta didik. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena pendidikan yang berkualitas berawal dari penguasaan kompetensi dasar yang kuat sejak dini.


Menurut Gus Irawan, kepala sekolah masa kini harus mampu menjadi penggerak perubahan. Mereka tidak hanya bertugas mengelola administrasi sekolah, tetapi juga menjadi pemimpin yang mampu membangun budaya belajar yang positif, memotivasi guru, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman.


Kegiatan seleksi ini turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Tapanuli Selatan, Efrida Yanti Pakpahan, para pengawas sekolah, kepala sekolah, serta perwakilan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sumatera Utara. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.


Melalui proses seleksi yang objektif dan berbasis kompetensi, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap lahir kepala sekolah yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan peserta didik. Di balik lembar soal dan proses penilaian yang dijalani para peserta, tersimpan harapan besar masyarakat agar sekolah-sekolah di Tapanuli Selatan semakin maju dan mampu melahirkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan zaman.(PS/BERMAWI)


Kadis Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan Efrida Yanti Pakpahan Memberikan Pengarahan 

Komentar Anda

Terkini: