Festival Maritim Sorkam Hidupkan Kembali Tradisi Kenduri Laut dan Perkuat Wisata Budaya Pesisir Tapanuli

/ Selasa, 23 Juni 2026 / 17.18.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM-TAPTENG-Tradisi Kenduri atau Syukuran Laut yang sempat jarang dilaksanakan kembali dihidupkan melalui Festival Maritim Sorkam: Jejak Budaya di Pesisir Tapanuli yang berlangsung pada 8–9 Mei 2026 di Pasar Sorkam, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Festival yang mengangkat kekayaan budaya bahari masyarakat pesisir tersebut menjadi momentum penting dalam upaya pelestarian warisan budaya maritim yang mulai tergerus perkembangan zaman. Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan wisatawan yang hadir untuk menyaksikan berbagai rangkaian acara budaya yang diselenggarakan selama dua hari.

Festival Maritim Sorkam dihadiri oleh Camat Sorkam Barat Khairunnisa Marbun, Kapolsek Sorkam Iptu Ahmad Affandi Hasibuan, Perwakilan Danramil 02 Sorkam Serka Edi Herwanto, Danposmat TNI AL Lettu Laut Zulfikar Ali Batubara, panitia inti dari Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan (STPK) Matauli, tokoh agama, tokoh adat, pemuda Pasar Sorkam, masyarakat setempat, serta wisatawan yang datang berkunjung.

Ketua Panitia Festival Maritim Sorkam, Juliana Pebrina Siburian, mengatakan bahwa festival ini merupakan upaya nyata untuk membangkitkan kembali tradisi Kenduri Laut yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat pesisir Tapanuli.

"Festival Maritim Sorkam bukan sekadar perayaan budaya, tetapi menjadi langkah konkret untuk menjaga dan menghidupkan kembali tradisi Kenduri Laut yang hampir punah. Tradisi ini mengandung nilai-nilai kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam yang diwariskan oleh para leluhur masyarakat pesisir," ujar Juliana.

Berbagai kegiatan budaya ditampilkan dalam festival tersebut. Ritual Kenduri atau Syukuran Laut menjadi acara utama sebagai bentuk rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat pesisir. Selain itu, pengunjung juga disuguhkan pertunjukan Tari Sikambang dan berbagai tarian tradisional pesisir yang sarat dengan nilai budaya dan sejarah lokal.

Tidak hanya menampilkan kekayaan budaya, festival ini juga menghadirkan bazar kuliner khas pesisir dan pameran produk UMKM lokal. Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan para pelaku usaha yang terlibat selama kegiatan berlangsung.

Pelaksanaan Festival Maritim Sorkam turut mendapat dukungan pendanaan dari Program Dana Indonesiana Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2025. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendorong pelestarian dan pengembangan objek pemajuan kebudayaan di berbagai daerah, termasuk tradisi maritim masyarakat pesisir Tapanuli.

Menurut Juliana, dukungan Dana Indonesiana tidak hanya membantu terselenggaranya festival, tetapi juga menjadi bentuk pengakuan terhadap pentingnya pelestarian budaya maritim yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat pesisir.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana yang telah mendukung pelaksanaan Festival Maritim Sorkam. Dukungan ini menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga, mendokumentasikan, dan mengembangkan warisan budaya maritim yang menjadi identitas daerah," katanya.

Festival Maritim Sorkam mengusung empat tujuan utama, yaitu membangkitkan dan mendokumentasikan tradisi Kenduri Laut sebagai upaya pelestarian warisan budaya pesisir Tapanuli, meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi muda terhadap pentingnya nilai-nilai kearifan lokal, memperkuat ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM berbasis budaya bahari, serta mendorong Sorkam menjadi destinasi wisata budaya maritim unggulan di Sumatera Utara.

Juliana menambahkan bahwa pelibatan generasi muda dalam festival menjadi salah satu fokus utama agar nilai-nilai budaya pesisir tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

"Kami berharap generasi muda tidak hanya mengenal budaya maritim sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya tersebut di masa depan," ujarnya.

Keberhasilan penyelenggaraan Festival Maritim Sorkam menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, serta pemerintah pusat melalui Program Dana Indonesiana mampu menghadirkan upaya pelestarian budaya yang berdampak nyata. Selain memperkuat identitas budaya masyarakat pesisir, festival ini juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengembangan sektor UMKM dan pariwisata budaya.

Melalui semangat kebersamaan dan pelestarian budaya, Festival Maritim Sorkam diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang mampu mengangkat potensi budaya bahari Tapanuli Tengah sekaligus memperkokoh posisi Sorkam sebagai salah satu destinasi wisata budaya pesisir unggulan di Sumatera Utara. (PS/SAHAT)

Komentar Anda

Terkini: