POSKOTASUMATERA.COM – ASAHAN – Kelompok Tani Kita Bersama Dadi Mulyo (KTKBD) menggelar rapat konsolidasi organisasi yang dihadiri ratusan pengurus dan anggota, Rabu (3/6/2026) malam, di kediaman Bendahara KTKBD, Supriadi, Kelurahan Dadi Mulyo.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB tersebut dihadiri sebanyak 258 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota KTKBD.
Rapat digelar sebagai upaya memperkuat soliditas organisasi sekaligus menyamakan persepsi terkait program kerja kelompok ke depan.
Ketua KTKBD, Robby Rizky Bangun, menegaskan bahwa rapat konsolidasi tersebut memiliki arti penting dalam menjaga kekompakan dan kebersamaan seluruh anggota agar organisasi tetap solid dalam menjalankan berbagai program yang telah direncanakan.
Menurutnya, dalam waktu dekat KTKBD akan melaksanakan program tumpang sari atau bercocok tanam di areal eks Hak Guna Usaha (HGU) PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP) Tbk Kisaran.
"Karena itu, seluruh anggota diminta tetap menjaga persatuan dan semangat kebersamaan, " ujarnya.
Rapat konsolidasi ini bertujuan untuk memperkuat kekompakan dan kebersamaan seluruh pengurus maupun anggota.
"Dalam waktu dekat kita akan melaksanakan program tumpang sari di lahan eks HGU PT BSP Tbk. Oleh karena itu, persatuan dan solidaritas harus terus kita jaga,” ujar Robby.
Ia optimistis program yang dijalankan KTKBD dapat memberikan manfaat bagi seluruh anggota dan masyarakat sekitar apabila dilaksanakan dengan penuh kebersamaan dan tanggung jawab.
“Saya yakin, Insya Allah niat baik yang kita lakukan ini akan membawa manfaat bagi kita semua. Kekuatan kita terletak pada kebersamaan. Kita bisa karena kita tetap bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris KTKBD, Sahrianto, berharap rapat konsolidasi tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat komitmen seluruh anggota dalam menjaga kekompakan organisasi.
Ia menjelaskan, saat ini KTKBD memiliki sekitar 258 pengurus dan anggota yang berkomitmen menjalankan kegiatan pertanian secara produktif di areal eks HGU BSP.
“Perlu kami tegaskan bahwa keberadaan KTKBD di lahan eks HGU BSP hanya untuk melaksanakan kegiatan tumpang sari atau bercocok tanam. Bukan untuk menguasai ataupun memiliki lahan tersebut,” jelas Sahrianto.
Lebih lanjut, ia berharap Pemerintah Kabupaten Asahan dapat memberikan dukungan terhadap program yang dijalankan KTKBD karena dinilai sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat mendukung program yang kami laksanakan. KTKBD berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional serta terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Asahan dan aparat penegak hukum dalam setiap kegiatan yang dilakukan,” pungkasnya.(PS/Joko)
