Jangan Tunggu Korban Jiwa, Dahrinsyah Desak BPJN Aceh Perketat Pengamanan Proyek Jalan Nasional

/ Kamis, 04 Juni 2026 / 09.44.00 WIB

POSKOTASUMATRA.COM | ACEH TENGGARA – Ketua Aliansi Sepuluh Pemuda (ASP), Dahrinsyah, menyoroti pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan Jalan Nasional di kawasan Titi Pasir, Kecamatan Semadam, Kabupaten Aceh Tenggara. Ia meminta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh dan pihak kontraktor pelaksana untuk lebih serius menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja demi menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Menurut Dahrinsyah, di lokasi pekerjaan patching atau perbaikan badan jalan tersebut masih terlihat minimnya rambu-rambu peringatan bagi pengguna jalan. Selain itu, lampu peringatan atau spotlight pada malam hari dinilai belum memadai untuk memberikan informasi kepada pengendara yang melintas.

"Kami meminta BPJN Aceh agar benar-benar mematuhi SOP dalam setiap pekerjaan di jalan raya, khususnya jalan nasional. Rambu-rambu lalu lintas harus dipasang secara memadai dan lampu peringatan pada malam hari harus berfungsi dengan baik agar pengendara tidak menjadi korban kecelakaan," kata Dahrinsyah, Kamis (04/6/2026).

Ia menjelaskan, kondisi lalu lintas di lokasi pekerjaan cukup padat karena menjadi jalur utama penghubung Aceh Tenggara dengan sejumlah daerah lainnya. Sementara itu, pekerjaan patching jalan menyebabkan sebagian badan jalan tidak dapat digunakan secara normal sehingga kendaraan dari arah berlawanan harus saling bergantian melintas.

Menurutnya, situasi tersebut sangat berisiko apabila tidak diimbangi dengan pengaturan lalu lintas yang maksimal.

"Di lokasi pekerjaan hanya terlihat sedikit rambu peringatan. Padahal kendaraan dari dua arah harus bergantian melintas. Ini sangat rawan terjadi kecelakaan lalu lintas jika tidak ada pengaturan yang jelas," ujarnya.

Dahrinsyah juga meminta BPJN Aceh berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) setempat untuk membantu pengamanan dan pengaturan arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung.

"Kami berharap ada petugas pengatur lalu lintas di lokasi pekerjaan. Bila perlu melibatkan personel Satlantas agar arus kendaraan lebih tertib dan risiko kecelakaan dapat diminimalisir," tegasnya.

Selain itu, ia menilai sistem buka-tutup jalan perlu diterapkan selama proses pekerjaan berlangsung guna menghindari penumpukan kendaraan dan potensi tabrakan dari arah berlawanan.

"Metode buka-tutup harus diberlakukan secara ketat di lokasi pekerjaan. Jangan sampai kendaraan saling berebut jalur karena tidak adanya pengaturan yang jelas. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama," tambahnya.

Dahrinsyah juga mengingatkan bahwa BPJN Aceh setiap tahun menerima alokasi anggaran dari APBN untuk pemeliharaan ruas Jalan Nasional batas Gayo Lues–batas Aceh Tenggara–batas Sumatera Utara. Oleh karena itu, selain kualitas pekerjaan, aspek keselamatan pengguna jalan juga harus menjadi perhatian serius.

"Negara setiap tahun mengalokasikan anggaran yang tidak sedikit untuk pemeliharaan jalan nasional di ruas batas Gayo Lues, Aceh Tenggara hingga Sumatera Utara. Karena itu kami berharap pelaksanaan pekerjaan tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga memperhatikan keselamatan masyarakat yang menggunakan jalan tersebut setiap hari," pungkasnya.

ASP berharap BPJN Aceh segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan di lokasi pekerjaan dan memastikan seluruh ketentuan keselamatan lalu lintas diterapkan secara maksimal selama proyek berlangsung. (PS/ASP) 


Komentar Anda

Terkini: