| terlihat papan penanda resmi milik Pemerintah Kota Lhokseumawe| |
POSKOTASUMATRA.COM|LHOKSEUMAWE—Kondisi makam Teungku di Lhokseumawe, ulama besar sekaligus tokoh yang namanya diabadikan menjadi identitas Kota Lhokseumawe, menuai sorotan. Makam yang berlokasi di Gampong Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, itu kini tampak mengalami kerusakan di sejumlah bagian dan dinilai kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah fasilitas di kawasan makam terlihat tidak terawat. Pagar besi tampak dipenuhi karat, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, sementara lingkungan sekitar makam juga terlihat kurang tertata. Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan berbagai pihak karena situs bersejarah itu merupakan salah satu peninggalan penting yang memiliki nilai sejarah dan religius bagi masyarakat Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe.
Sorotan terhadap kondisi makam itu juga disampaikan oleh Muhammad Aga, seorang mahasiswa yang aktif menyuarakan berbagai isu sosial dan pelestarian sejarah. Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap situs yang menjadi simbol sejarah lahirnya Kota Lhokseumawe tersebut.
“Sangat memprihatinkan. Banyak bangunan yang sudah rusak dan pagar besinya pun telah berkarat. Padahal ini adalah makam ulama besar sekaligus tokoh yang namanya menjadi identitas Kota Lhokseumawe. Tempat seperti ini seharusnya dirawat dan dijaga dengan baik sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu,” ujar Muhammad Aga.
Ia berharap Pemerintah Kota Lhokseumawe segera mengambil langkah konkret dengan melakukan pemugaran serta perawatan secara berkala agar situs bersejarah tersebut tetap terjaga dan dapat menjadi kebanggaan masyarakat.
“Kami berharap pemerintah tidak hanya memasang papan nama, tetapi juga benar-benar menunjukkan kepeduliannya melalui perawatan dan pemugaran. Warisan sejarah seperti ini tidak boleh dibiarkan rusak karena merupakan bagian dari identitas daerah,” tambahnya.
Sementara itu, upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan kepada (Bapak Sayuti walikota Lhokseumawe Dan Bapak Husaini Wakil Wali Kota Lhokseumawe )dan (Bapak Yuswardi kepala dinas pendidikan dan kebudayaan)melalui pesan WhatsApp terkait kondisi makam tersebut hingga berita ini diterbitkan belum memperoleh tanggapan.
Di lokasi makam juga terlihat papan penanda resmi milik Pemerintah Kota Lhokseumawe, yang menunjukkan bahwa kawasan tersebut merupakan aset yang berada dalam perhatian pemerintah daerah. Namun, kondisi fisik di lapangan memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana upaya pelestarian yang telah dilakukan.
Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi masih membuka ruang bagi Pemerintah Kota Lhokseumawe untuk memberikan penjelasan atau tanggapan resmi terkait kondisi makam tersebut sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.(PS|IMAM)


