Melibatkan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Plastik, PT Agincourt Resources Bangun Taman Ecobrick di Batang Toru

/ Selasa, 30 Juni 2026 / 20.38.00 WIB

POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Sampah plastik yang selama ini identik dengan pencemaran lingkungan kini diolah menjadi taman yang estetis dan bermanfaat. Di Sopo Daganak, Batang Toru, sekitar 10.000 botol ecobrick hasil karya masyarakat disusun menjadi Taman Ecobrick, sebuah ruang publik ramah lingkungan yang menjadi simbol kepedulian bersama terhadap bumi. Program yang digagas PT Agincourt Resources (PTAR) ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 sekaligus berhasil mengurangi sekitar 2,5 ton sampah plastik dari lingkungan.


Di balik ribuan botol plastik yang tersusun rapi tersebut, tersimpan kisah perubahan perilaku masyarakat. Warga yang sebelumnya terbiasa membuang sampah plastik kini mulai memilah, membersihkan, dan memadatkannya ke dalam botol hingga menjadi ecobrick yang bernilai guna. Melalui Program Ecobrick “Dari Hati untuk Bumi” yang dimulai sejak 2025, kesadaran menjaga lingkungan perlahan tumbuh menjadi budaya baru yang melibatkan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua.


Direktur Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa, mengungkapkan bahwa keberhasilan mengumpulkan 10.000 ecobrick merupakan hasil kerja keras masyarakat yang secara sukarela mengubah kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa masyarakat dapat menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi persoalan sampah plastik apabila diberikan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan.


Keberhasilan itu juga lahir dari kolaborasi berbagai pihak. Bank Sampah Yamantab bersama empat bank sampah lokal, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias, bergandengan tangan mengajak warga mengelola sampah secara bertanggung jawab. Semangat gotong royong tersebut membuktikan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau perusahaan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.


Bagi PT Agincourt Resources, Taman Ecobrick bukan sekadar bangunan yang tersusun dari botol plastik bekas. Senior Manager Corporate Communications PTAR, Katarina Siburian Hardono, menegaskan bahwa taman tersebut merupakan simbol penerapan ekonomi sirkular yang dibangun bersama masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program diukur dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Komitmen perusahaan terhadap kelestarian lingkungan juga terlihat melalui pelibatan masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi. Sebanyak 14 anggota SMART Patrol, yang sebagian merupakan mantan pemburu dan penebang liar, kini bertugas menjaga hutan di kawasan konservasi Aek Pahu dan Ulu Ala. Dengan memanfaatkan teknologi GPS, mereka melakukan patroli rutin untuk mendokumentasikan keberadaan satwa liar, mencegah pembalakan ilegal, serta mengawasi potensi perambahan hutan. Perubahan peran tersebut menjadi kisah inspiratif tentang bagaimana kepedulian terhadap alam dapat mengubah kehidupan seseorang.


Di sisi lain, masyarakat desa lingkar tambang juga diberi kepercayaan untuk ikut mengawasi kualitas air Sungai Batang Toru. Salah seorang anggota tim terpadu, Ali Marhot Siregar, menjelaskan bahwa pengambilan sampel air dilakukan secara rutin setiap bulan sebelum diuji oleh laboratorium independen di Jakarta. Hasil pengujian kemudian diumumkan kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan lingkungan.


Selain meresmikan Taman Ecobrick, PTAR juga menggelar aksi bersih kawasan mangrove dan pelatihan pembuatan terumbu karang artifisial di Tapanuli Tengah yang melibatkan masyarakat dan karyawan perusahaan. Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tentang membersihkan sampah, tetapi juga membangun harapan, memperkuat kebersamaan, serta mewariskan alam yang lebih sehat bagi generasi mendatang. Dari ribuan botol plastik yang dahulu dianggap limbah, kini lahir sebuah taman yang menjadi bukti bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.(PS/BERMAWI)



Komentar Anda

Terkini: