Poskotasumatera.com | Tapanuli,-Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengukuhkan kepengurusan Kampung Siaga Bencana (KSB) "Saoloan" sekaligus menggelar simulasi Standar Operasional Prosedur (SOP) penanggulangan bencana sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.
Kegiatan dipimpin Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., didampingi Kepala Dinas Sosial PPPA Tapanuli Utara, Rafles Sergius Gultom, serta diikuti pengurus KSB, masyarakat, dan didukung oleh Kementerian Sosial RI melalui Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA).
Kegiatan berlangsung pada Senin, 29 Juni 2026, setelah rangkaian pembekalan yang dilaksanakan sejak 26 hingga 29 Juni 2026. Pengukuhan dan simulasi dilaksanakan di Lapangan SMP Negeri 5 Adian Koting, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara.
Pembentukan KSB dilakukan karena Kecamatan Adian Koting merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, cuaca ekstrem, dan gempa bumi.
Program ini bertujuan membangun masyarakat yang mandiri, tangguh, serta mampu melakukan mitigasi dan penanganan awal bencana untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda.
Pemkab membentuk dan mengukuhkan kepengurusan KSB Saoloan, memberikan sosialisasi kepada 70 peserta, pelatihan teknis kepada 60 pengurus, serta menggelar simulasi SOP yang melibatkan 275 peserta. KSB ini akan melayani tujuh desa rawan bencana di Kecamatan Adian Koting.
Selain itu, Kemensos RI juga membangun Lumbung Sosial di Desa Sibalanga yang dilengkapi sembako, peralatan dapur umum, dan logistik kebencanaan guna mendukung respons cepat saat terjadi bencana.
Melalui pembentukan KSB Saoloan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap kesiapsiagaan masyarakat semakin meningkat dan menjadi contoh bagi kecamatan lain dalam membangun budaya sadar bencana berbasis gotong royong demi keselamatan masyarakat. (PS/EN)
