Wailikta Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe Buka Acara Sosialisasi
POSKOTASUMATERA.COM-PADANGSIDIMPUAN – Di balik setiap bantuan sosial yang diterima masyarakat, terdapat proses panjang yang membutuhkan ketelitian, kejujuran, dan kepedulian dari para pengelola data di tingkat desa dan kelurahan. Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Pengelola Data Desa dan Kelurahan se-Kota Padangsidimpuan yang berlangsung di Aula SMKN 1 Padangsidimpuan, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.
Suasana penuh antusias tampak dari kehadiran para lurah dan kepala desa yang mengikuti kegiatan sejak pagi hari. Mereka menyadari bahwa data yang mereka kelola bukan sekadar angka dan dokumen administratif, melainkan cerminan kondisi nyata masyarakat yang membutuhkan perhatian dan bantuan negara. Melalui data yang akurat, harapan warga kurang mampu untuk mendapatkan bantuan secara adil dapat terwujud.
Kepala Dinas Sosial Kota Padangsidimpuan, Zupri Nasution, dalam laporannya menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang integrasi data sosial ekonomi. Menurutnya, DTSEN menjadi instrumen penting untuk memastikan berbagai program perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, sehingga tidak terjadi kesalahan sasaran dalam penyaluran bantuan.
Lebih dari sekadar sosialisasi teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi aparatur desa dan kelurahan untuk memahami pentingnya pembaruan data secara berkala. Kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga diperlukan peran aktif para pengelola data untuk melaporkan perkembangan yang terjadi di lingkungan masing-masing secara objektif dan berkelanjutan.
Wali Kota Padangsidimpuan, Dr. H. Letnan Dalimunthe, SKM, M.Kes, dalam arahannya menekankan bahwa tanggung jawab pengelolaan data merupakan amanah besar yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan seluruh peserta agar bekerja dengan penuh integritas dan tidak memberikan ruang bagi praktik manipulasi data yang dapat merugikan warga yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Dengan nada tegas namun penuh kepedulian, Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk menjaga kejujuran dalam proses pendataan. Menurutnya, bantuan sosial harus menjadi jembatan harapan bagi masyarakat yang berada dalam kondisi sulit. Karena itu, data yang disusun harus mampu menggambarkan keadaan sebenarnya di lapangan tanpa dipengaruhi kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta. Mereka memahami bahwa keberhasilan program bantuan sosial tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang disiapkan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas data yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Semakin akurat data yang tersedia, semakin besar peluang bantuan diterima oleh warga yang paling membutuhkan.
Melalui sosialisasi yang diikuti 79 lurah dan kepala desa tersebut, Pemerintah Kota Padangsidimpuan berharap tercipta sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan aparatur desa serta kelurahan dalam mewujudkan sistem data sosial ekonomi yang akurat, transparan, dan berkeadilan. Pada akhirnya, setiap data yang dihimpun bukan hanya menjadi informasi administratif, tetapi juga menjadi jalan untuk menghadirkan harapan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Padangsidimpuan.(PS/BERMAWI)



