POSKOTASUMATERA.COM – TAPANULI SELATAN – Suasana penuh perhatian terlihat saat warga dari berbagai desa di sekitar wilayah operasional PLTA Batangtoru mengikuti Sosialisasi Rencana Tindak Darurat (RTD) yang diselenggarakan PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE). Kegiatan ini bukan sekadar penyampaian informasi teknis, tetapi menjadi ruang belajar bersama tentang bagaimana menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan ketika menghadapi situasi darurat.
Bagi banyak warga, sosialisasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi keadaan yang memerlukan respons cepat. Mereka diajak mengenali sistem peringatan dini, memahami jalur evakuasi, hingga mengetahui pihak-pihak yang harus dihubungi dalam kondisi darurat. Pengetahuan sederhana namun penting ini diharapkan mampu mengurangi kepanikan dan meningkatkan rasa percaya diri masyarakat dalam menghadapi berbagai kemungkinan.
Di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kesadaran terhadap mitigasi bencana, kesiapsiagaan masyarakat menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang aman. Melalui kegiatan ini, warga tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga dilibatkan sebagai bagian dari sistem keselamatan yang saling terhubung antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Seorang peserta mengaku merasa lebih tenang setelah mengikuti sosialisasi tersebut. Menurutnya, selama ini banyak warga yang belum memahami secara rinci prosedur yang harus dilakukan ketika mendengar peringatan darurat. Dengan adanya penjelasan langsung dan kesempatan berdiskusi, masyarakat kini memiliki gambaran yang lebih jelas tentang langkah-langkah penyelamatan yang tepat.
Manajemen PLTA Batangtoru menjelaskan bahwa Rencana Tindak Darurat merupakan bagian penting dari sistem keselamatan operasional pembangkit. Dokumen dan prosedur tersebut dirancang agar setiap potensi keadaan darurat dapat direspons secara cepat, terukur, dan terkoordinasi. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi unsur yang tidak terpisahkan dalam keberhasilan pelaksanaannya.
Dari sisi kemanusiaan, kegiatan ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur energi tidak hanya berbicara tentang teknologi dan pasokan listrik, tetapi juga tentang kepedulian terhadap keselamatan masyarakat yang hidup berdampingan dengan fasilitas tersebut. Keselamatan menjadi nilai bersama yang harus dibangun melalui edukasi, komunikasi, dan latihan yang berkelanjutan.
Selain memberikan pengetahuan praktis, sosialisasi RTD juga mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat. Dialog yang terbangun menciptakan rasa saling percaya, sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan berbagai pertanyaan dan masukan terkait aspek keselamatan di lingkungan mereka.
Melalui kegiatan ini, PT NSHE menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan operasional pembangkit yang mengedepankan prinsip keselamatan dan tanggung jawab sosial. Dengan masyarakat yang semakin memahami prosedur darurat dan mampu bertindak secara tepat, harapan untuk mewujudkan wilayah yang tangguh, aman, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat menjadi semakin nyata.(PS/BERMAWI)
